Penjualan TikTok Oracle-Walmart Terancam Batal

Foto : BBC.com

NewMalangPos-Kesepakatan penjualan bisnis TikTok di Amerika Serikat ditunda dan dapat berpotensi dibatalkan karena perintah dari mantan Presiden Donald Trump. Dalam perintah tersebut, Trump menuntut pemilik ByteDance itu untuk menutup usahanya dikarenakan masalah keamanan.

Kedua perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan terkait penundaan ataupun keberlangsungan hubungan bilateral terhadap perusahaan teknologi raksasa asal China atas pemerintahan Amerika Serikat yang baru, Joe Biden.

Dilansir dari bbc.com Oracle dan Walmart telah melakukan pembicaraan dengan TikTok terkait hal ini sejak September lalu. Dalam pembicaraan ini, aset video dari Amerika Serikat yang ada di TikTok akan dialihkan menjadi entitas baru untuk menghindari pemblokiran di Amerika Serikat. Namun, Pemerintah Biden yang baru akan dilakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan mantan presiden sebelumnya.

Terkait dengan hal ini, salah satu pengamat bidang industri, Dan Ives dari firma WedBush mengemukakan pendapatnya. “Taruhan dalam permainan ini sangat tinggi, hal ini juga memungkinkan penjualan TikTok pada akhirnya tidak pernah terjadi, tergantung peraturan Amerika Serikat untuk teknologi asal China yang kemudian akan diberikan jawabannya ke Beijing,” tuturnya.

Namun, dia menyarankan mungkin masih masuk akal bagi TikTok untuk melakukan kesepakatan tersebut.

“ByteDance dan dewannya dapat memutuskan untuk melanjutkan kesepakatan ini setelah mendapatkan persetujuan Gedung Putih dan Komite Investasi Asing di AS  dalam peninjauan dan meningkatkan masalah keamanan di platform TikTok ke depannya,” tutup Dan Ives.

Pengguna TikTok saat ini tercatat berjumlah 800 juta pengguna di seluruh dunia, dan 100 juta pengguna di TikTok berasal dari Amerika Serikat. (bbc/mg3/nda/nmp)