Pandemi Tak Kunjung Reda, Bioskop Korea Naikkan Harga Tiket

NMP
Ilustrasi. (morgueFile/mconnors)

NEW MALANG POS – Jaringan bioskop terbesar di Korea Selatan, CGV, memutuskan menaikkan harga tiket akibat pandemi Covid-19 berkelanjutan yang memengaruhi industri perfilman dan jumlah penonton film di layar lebar.

“Kenaikan harga tiket tidak dapat dihindari lagi karena pengeluaran untuk sewa, manajemen, dan perekrutan meningkat setiap tahun,” demikian pernyataan CGV yang dilansir Yonhap.

Pernyataan itu berlanjut, “Di saat yang sama, kami mengalami penurunan pendapatan dan juga mengeluarkan biaya tambahan untuk disinfeksi demi mencegah penyebaran Covid-19 di bioskop.”

Kini, penonton setidaknya harus merogoh kocek minimal 13.000 won atau sekitar Rp Rp167,5 won untuk satu tiket standar 2D, naik dari sebelumnya 12.000 won atau Rp154,6 ribu.

Baca Juga: Berebut Starting Eleven

CGV juga akan menetapkan biaya tambahan bagi kursi-kursi di zona menonton yang lebih baik. Pembeli tiket di tempat duduk kawasan tersebut harus menambah 2.000 won atau sekitar Rp25,7 ribu per tiket.

Sementara itu, harga tiket untuk studio 4DX dan IMAX akan dikenakan biaya tambahan 1.000 won atau sekitar Rp12,8 ribu per tiket.

Bioskop merupakan satu dari banyak industri Korea yang terkena dampak wabah virus corona. Pihak bioskop dan pemerintah sebelumnya sudah melakukan sejumlah upaya untuk memastikan industri ini tetap hidup.

Contohnya pada Februari 2020, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korsel memangkas iuran yang wajib diberikan bioskop hingga 90 persen.

Mengutip CNN Indonesia, Pemerintah Korsel mengambil langkah itu setelah melihat jumlah penonton yang terus menurun hingga menjadi 1,83 juta selama Maret lalu.

Awalnya, bioskop harus menyumbangkan tiga persen dari seluruh hasil penjualan tiket mereka setiap bulan kepada Dewan Perfilman Korea. Persentase iuran itu mengerdil menjadi 0,3 persen sejak Februari lalu.

Bioskop independen dan kecil dengan angka pendapatan kurang dari 1 miliar won atau sekitar Rp12,73 miliar per tahun bahkan tak diharuskan menyumbang.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengizinkan bioskop menunda pembayaran 0,3 persen itu hingga akhir tahun tanpa biaya keterlambatan. Rencana itu kemudian dibulatkan dengan koordinasi bersama Kementerian Keuangan Korsel.

Kondisi di Korsel sempat membaik dengan kasus baru per hari hanya belasan bahkan satu digit dan nol kematian selama beberapa waktu. Presiden Moon Jae-in pun melonggarkan kebijakan jaga jarak.

Dewan Perfilman Korea (KOFIC) lantas menyuntikkan dana 17 miliar won atau sekitar Rp199,3 miliar (1 won=Rp11,72) untuk membantu industri perfilman lokal.

Dana itu digunakan untuk memberikan potongan 6 ribu won atau sekitar Rp70 ribu per satu tiket nonton mulai 4 Juni. Biasanya, satu tiket nonton di Korea dijual 12.000 won atau sekitar Rp154,6 ribu. Potongan itu diberikan pada akhir pekan demi menarik lebih banyak penonton.

Diskon berlaku di tiga jaringan bioskop terbesar Korea, yakni CGV, Megabox, dan Lotte Cinema. KOFIC juga memberikan bantuan dana kepada bioskop-bioskop kecil serta independen.

Namun, pemberian potongan tersebut dihentikan ketika gelombang kedua Covid-19 menerpa Korsel pada Agustus lalu untuk mengurangi kerumunan orang dalam ruangan. Penjualan tiket bioskop kembali menurun hingga saat ini. (chri/has/CNNI)