Kopi pisan, Tiga Signature Tak Tergantikan

NewMalangPos, Malang – Waktu terus berganti, pengunjung datang dan pergi, situasi saat ini pun masih pandemi, namun signature di Kopi.pisan tetap dapat dinikmati. Sejak 2018 berdiri, kedai kopi ini betul-betul mempertahankan apa yang disebut sebagai signature.

Jika ingin menikmatinya, pengunjung bisa langsung datang ke kedai kopi tersebut. Lokasinya cukup strategis. Pengunjung bisa menemukan bangunan persis di depan bundaran yang ada di antara Jalan Ijen dan Jalan Bandung.

“Saat itu (tahun 2018, red) kami memang tidak ingin menonjolkan hot atau latte art-nya. Tapi yang mau kami tonjolkan itu adalah karakter minumannya,” ungkap Operational Manager Kopi.pisan Dani Perdana.

Adapun karakteristik minuman yang ingin ditonjolkan, kata Dani, adalah Sexy Coffee, Shake Coffee, dan Kopi Pisan. Tiga menu tersebut berada di ranah sajian yang berbeda.

“Sexy coffee itu mocktail coffee. Dia pakai soda dan layer, kemudian  juga ada buahnya. Jadi siapapun yang gak bisa minum kopi pasti cocok, karena gak se-strong kopi lainnya,” paparnya.

Beda lagi dengan Shake Coffee. Kopi ini merupakan perpaduan antara susu dan gula merah. Di awal berdirinya Kopi.pisan dan munculnya menu varian kopi tersebut, jelas Doni, kopi gula merah belum jadi tren seperti sekarang.

“Kemudian ada kopi pisan, khusus buat pecinta kopi. Rasanya benar-benar strong. Kami lakukan fermentasi dulu biji kopinya, fermentasi itu pakai racikan sendiri jadi punya aroma yang khas,” sambungnya.

Meski lekat dengan kopi-kopian, Kopi.pisan juga punya varian menu lainnya. Dani mengatakan, untuk minuman, kedai kopi itu juga menyediakan menu non-coffee. Sementara untuk kudapannya tidak kalah  beragam, mulai  dari pastry, dessert, snack, hingga food.

“Setiap empat bulan sekali, pasti kami update menu. Tapi tiga menu itu (signature) tidak pernah kami ganti karena memang karakternya Kopi.pisan ada di situ,” jelasnya.

Menurut Dani, mulanya Kopi.pisan dirancang untuk berada di jalur coffee  shop. Menunya pun hanya terdiri dari coffee dan pastry. Hanya saja, identitas tersebut nyatanya tidak sesuai dengan segmentasi pengunjung yang datang. Untuk mengakomodasi hal tersebut, kedai kopi itu berpindah jalur ke konsep semi-café, sehingga menu yang disajikan bisa beragam.

“Dengan berjalannya waktu, ada rombogan keluarga yang anaknya gak bisa minum kopi. Ada juga pasangan, yang ceweknya itu juga gak bisa minum kopi,” katanya kepada New Malang Pos.

Meski begitu, segmentasi utamanya tetaplah mahasiswa. Namun, di tengah situasi yang sedang pandemi dan perkuliahan yang sedang libur, jumlah kunjungan jadi terdampak. Dani menyatakan omzet kedai kopi itu juga otomatis menurun. Hanya saja, pria yang ditugaskan mengurus operasional Kopi.pisan itu sudah punya cara untuk menanganinya.

“Kami menanganinya dengan beberapa promo,” ungkapnya..

Promo yang ditawarkan sangat variatif, mulai dari promo paket, minimal pesanan, serta buy 1 get 1. Bahkan selama bulan Januari dan Februari ini ada promo breakfast. Promo itu, kata Dani, sebagai upaya mengakomdasi ketentuan jam malam selama ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pengunjung tidak perlu khawatir akan ketinggalan promo yang ditawarkan. Sebab, setiap harinya akan ada promo. “Dalam sebulan itu ada promo mingguan, jadi ada empat kali. Ada juga promo bulanan satu sampai dua kali. Jadi kalau datang ke sini, pasti promonya berjejer,” kata Dani. (dj8/ley)