Cara Terhindar dari Penularan Virus Nipah

Ilustrasi babi bisa menjadi alat penularan virus nipah. (istockphoto/didesign021/CNN Indonesia)

NewMalangPosVirus Nipah merupakan virus yang ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis). Berdasarkan temuan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, virus ini bisa menular dari hewan seperti kelelawar dan babi.

Meski hingga kini belum ditemukan obat dan vaksin untuk virus Nipah, WHO membeberkan beberapa cara untuk menghindari penularan dari hewan ke hewan, hingga dari hewan ke manusia.

Cara hindari penularan Virus Nipah antar hewan

Berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama wabah Nipah merebak di peternakan babi tahun 1999 lalu, disarankan untuk selalu membersihkan dan desinfeksi peternakan babi secara rutin.

Pembersihan area kandang menggunakan deterjen dinilai efektif dalam mencegah infeksi yang dapat berpotensi menyebar.

Jika dicurigai terjadi wabah pada hewan ternak, maka hewan tersebut disarankan untuk langsung dikarantina. Apabila terdapat hewan ternak yang mati karena terinfeksi, disarankan untuk langsung dikubur atau dibakar.

Baca Juga : Bus Arema Police Sobo Kelurahan Diserbu Warga

Penyebaran virus Nipah juga diduga berasal dari babi yang sakit usai menyantap sisa buah yang sudah dimakan oleh kelelawar buah dari famili Pteropodidae.

Karena ditemukan infeksi yang menyebar dari buah yang terkontaminasi oleh air liur dan urin kelelawar, maka disarankan untuk mempertimbangkan lokasi peternakan dari keberadaan pohon yang berbuah dan titik kerumunan kelelawar.

Dikutip dari CNN Indoneia, WHO mengimbau kepada masyarakat untuk tidak kontak langsung dengan hewan babi atau kelelawar yang terinfeksi. Sebisa mungkin untuk melindungi diri dari hewan yang terinfeksi dengan sarung tangan dan masker.

Jika satu wilayah terpapar virus Nipah, WHO mengimbau untuk mencuci tangan secara teratur serta menghindari kontak fisik secara langsung dengan pasien yang terinfeksi dengan menggunakan pelindung diri.

WHO menyebut, penularan antar manusia telah dilaporkan di wilayah yang terpapar virus Nipah. Namun hingga kini belum diketahui jenis penularannya melalui droplet atau airborne. Namun WHO mengimbau untuk mewaspadai kemungkinan penularan dari tetesan cairan atau droplet.

Berdasarkan penemuan wabah yang terjadi di Bangladesh dan India, WHO mengimbau untuk memperhatikan konsumsi produk olahan buah yang mentah seperti sari kurma mentah.

Sari kurma yang tidak dimasak dengan baik berpotensi terkontaminasi dengan urin dan air liur kelelawar. Hal ini dapat menjadi penyebab pindahnya virus Nipah ke manusia. (can/DAL/CNNI)