Anak Muda Berprestasi, Kagum Sekaligus Frustasi

Foto : BBC.com

NewMalangPos-Seluruh orang di dunia mengagungkan prestasi saat muda dengan berbagai macam penghargaan dalam beragam bidang. Faktanya, dunia memandang pencapaian anak muda berbeda dengan pencapaian orang dewasa dikarenakan persepsi seputar bakat bawaan dan stereotip terkait usia.

Terlepas dari itu semua, berikut adalah beberapa alasan mengapa anak muda yang berprestasi dapat terlihat lebih menarik seperti yang dilansir dari bbc.com

1. Pintar dan genius itu mudah

“Ada gagasan bahwa kejeniusan itu mudah, dan kerja keras itu entah bagaimana kurang menarik,” sebuah ungkapan dari Tanja Gabriele Baudson ini menunjukkan bahwa ketika anak muda berprestasi, orang orang akan cenderung berasumsi mereka memiliki talenta yang unik karena mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk mengasah skill yang dimilikinya. Menurut sebuah studi tahun 2016, berita positif – termasuk tentang orang yang mengatasi kesulitan untuk menemukan kesuksesan – membuat pembaca merasa lebih bahagia daripada cerita negatif.

2. Sisi gelap kesuksesaan saat muda

Banyak orang memuji kesuksesan seseorang disaat muda dibandingkan dengan memberikan kritik. Dalam sebuah contoh kasus, Tiger Wood yang berusia 21 tahun saat memenangkan sebuah turnamen di tahun 1997 diberitakan dengan sangat apik. Semua media memuji kemampuannya dalam bermain golf. Namun pada saat usianya 33 tahun, headline berita tentang dirinya yang biasanya berisi tentang prestasi-prestasinya berganti dengan pilihan hidup personalnya yang buruk.

Seharusnya, definisi kesuksesan tidak bergantung pada kesuksesan orang lain. Seseorang tidak akan menjadi lebih baik ketika orang lain gagal, dan kita tidak menjadi lebih buruk ketika orang lain berhasil. Membanding-bandingkan diri dengan kesuksesan orang lain tidak akan membantu mengatasi rasa frustasi. Akan lebih baik menentukan kriteria yang jelas tentang apa yang ingin dicapai dan fokus pada kemajuan pribadi diri sendiri. (bbc/mg3/nda/nmp)