5 Kesalahan Mengolah Telur yang Bikin Diet Gagal

NEW MALANG POS- Telur sangat direkomendasikan sebagai sumber asupan protein yang baik. Dalam program penurunan berat badan, protein memainkan peranan penting karena bisa menurunkan asupan kalori.

berdasarkan studi yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition pada 2015, protein membantu menimbulkan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, protein juga membuat tubuh membakar energi lebih banyak dan meningkatkan hormon kenyang.

Melansir dari CNN Indonesia, manfaat penurunan berat badan ini bisa  dapatkan jika telur diolah dengan cara tepat. Hindari kesalahan-kesalahan mengolah telur berikut untuk memastikannya.

1. Hanya mengonsumsi putih telur

Orang yang menjalani program diet cenderung menghindari bagian kuning telur. Pasalnya, sebagian besar lemak tersimpan di bagian kuning telur.

Namun, lemak ini tak mengakibatkan penambahan lemak di badan. Lagi pula, setengah protein telur juga terdapat di bagian kuning telur.

2. Telur hanya untuk sarapan

Telur dianggap menu praktis dan penuh nutrisi untuk sarapan. Dengan mengonsumsi telur, Anda tidak akan ‘kalap’ atau kelebihan asupan kalori saat makan siang.

Namun, sebenarnya telur tidak terbatas untuk sarapan saja. Anda bisa menikmatinya untuk makan siang maupun makan malam.

Untuk makan siang, telur bisa jadi isian sandwich bersama tomat dan selada. Sedangkan untuk makan malam, telur bisa ditumis bersama sayur.

3. Menggoreng telur dengan lemak tak sehat

Telur mata sapi jadi olahan telur yang paling praktis. Namun, penggunaan margarin atau mentega bakal mencederai tujuan Anda untuk menurunkan berat badan.

Ilustrasi telur mata sapiIlustrasi. Hindari pembuatan telur mata sapi dengan menggunakan minyak yang mengandung lemak jenuh. (Foodies Feed)

Selain dapat meningkatkan berat badan, margarin, mentega, atau minyak dengan kandungan lemak jenuh bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan masih banyak lagi.

Sebaiknya goreng telur dengan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun atau minyak kanola. Akan lebih baik lagi jika telur diolah dengan cara direbus.

4. Dikonsumsi bersama pangan tak sehat

Menggoreng telur dengan minyak zaitun dan memadukannya dengan makanan seperti sosis, bacon, atau pancake akan jadi percuma jika Anda ingin menurunkan berat badan.

Kombinasi telur bersama dengan sosis bukan-lah pilihan tepat. Sosis dan jenis daging olahan lainnya tinggi akan kandungan garam dan lemak. Sedangkan pancake umumnya terbuat dari biji-bijian olahan dan tinggi kalori, apalagi jika Anda memasukkan gula tambahan di dalamnya.

Saat Anda sudah mengolah telur dengan cara yang sehat, padukan dengan makanan sehat lainnya. Kombinasikan telur bersama roti gandum atau salad sayur.

5. Konsumsi telur berlebihan

Secara teknis, tidak ada batasan dalam mengonsumsi telur. Namun, konsumsi telur musti tetap diperhatikan, jangan sampai terlalu banyak.

Rata-rata satu sampai dua butir telur per hari sudah terbilang cukup. Penderita diabetes dan mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung disarankan untuk mengonsumsi telur kurang dari angka di atas.

Selain itu, imbangi pula telur dengan konsumsi mikronutrien yang berasal dari sayur dan buah untuk membantu proses metabolisme.

(els/asr/CNNI)