5 Hal yang Haram Dilakukan saat Bertengkar dengan Pasangan

NEW MALANG POS – Pertengkaran dalam hubungan adalah hal lumrah. Meski terkesan negatif, bertengkar sebenarnya memberikan dampak positif.

Konon, bertengkar bisa membuat hubungan kian sehat. Dengan bertengkar, Anda dan pasangan bisa saling mengenal satu sama lain. Ikatan hubungan pun semakin kuat.

Dilansir dari CNN Indonesia, capaian-capaian ini bisa Anda raih jika pertengkaran dilakukan dengan cara yang benar, yakni untuk menemukan solusi dan bukan sekadar melampiaskan emosi.

Baca Juga: Berebut Starting Eleven

Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari saat bertengkar. Berikut mengutip Prevention.

1. Melempar hinaan

Dalam hubungan jangka panjang, bisa dipastikan Anda tahu kata-kata yang paling menyakitkan buat orang yang dicintai. Namun, sekesal apa pun Anda saat bertengkar, jangan sampai keluar kata-kata hinaan terhadap pasangan.

“Menghina itu benar-benar di luar batas. Ini hanya bisa melukai pihak lain, ini tidak memecahkan masalah,” kata Susan Heitler, relationship expert sekaligus psikolog klinis.

Sebaiknya fokus pada solusi, bukan untuk melihat seberapa efektif Anda membuat orang lain terluka.

2. Mengungkit masa lalu

Pertengkaran menyoal hal sepele bisa merembet jadi pertengkaran hebat. Salah satu penyebabnya adalah saat seseorang mulai mengungkit kisah masa lalu, terlebih yang menorehkan kesedihan.

Sebaiknya fokus pada kini dan di sini. Caranya, hindari penggunaan kata ‘selalu’ dan ‘tidak pernah’ misal, ‘Kamu selalu begini’ atau ‘Kamu tidak pernah menurut’. Komplain dengan cara mengaitkan kejadian masa lalu malah membuat pasangan jadi bersikap defensif.

Sampaikan komplain dengan fokus pada apa yang Anda rasakan. Cara ini akan membuat pasangan lebih mau mendengarkan dengan seksama.

3. Orang tua jadi ‘back up’

Keluhan seputar masalah rumah tangga ke orang tua hanya akan mengubah masalah pribadi jadi masalah publik. Anda mendapat dukungan dari orang luar dan pasangan akan merasa diserang. Jika benar-benar ingin curhat, sebaiknya pilih orang yang bisa Anda percaya seperti sahabat.

4. Ancaman untuk mengakhiri hubungan

Ancaman untuk mengakhiri hubungan bukan ide yang baik. Aksi ancaman bisa merusak kepercayaan dan membuat pasangan merasa ditinggalkan. “Jangan mengancam untuk pergi. itu mungkin satu hal yang paling toksik yang Anda lakukan,” kata Monica O’Neal, psikolog klinis Harvard dan relationship expert.

Pertengkaran bukan hadir untuk merusak kesepakatan yang sudah dicapai. Pertengkaran terjadi untuk membuka komunikasi akan hal baru, termasuk jika Anda atau pasangan tidak sepakat dengan sesuatu hal.

5. Melibatkan kontak fisik

Kontak fisik, apalagi kekerasan, sangat tidak disarankan saat bertengkar. Kontak fisik tidak harus berupa menampar, memukul, atau menendang. Ada kontak fisik atau gestur yang bisa mengintimidasi seperti menghalangi jalan keluar, berdiri dengan gestur mengintimidasi di depan pasangan, atau melempar barang sehingga menciptakan suasana tidak nyaman.

Gestur memalingkan wajah dan memutar bola mata saat lawan bicara berbicara akan membuat pasangan merasa takut dan tidak terhubung. Sebaliknya, buat bahasa tubuh yang lebih terbuka dan menciptakan suasana aman buat Anda dan pasangan. (els/asr/CNNI)