Forkopimda Beri Semangat Anak ABK Isoman

ISOMAN: Forkopimda memberikan bantuan untuk tiga anak yang isoman. (NMP-IAN NURMAJIDI)

Bapak Dirawat, Ibu Meninggal Dunia

MALANG, NewMalangPos – Tiga anak warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang melakukan isolasi mandiri (Isoman) tanpa didampingi kedua orangtuanya. Orang tuanya terpapar Covid-19, ibunya meninggal dunia dan bapaknya masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Satu dari tiga anak tersebut diketahui merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Untuk kebutuhan harian, dipenuhi oleh RT RW setempat bersama pihak Kelurahan Buring.  Bidan Wilayah Puskesmas Kedungkandang, Endah Purwati mengatakan, ketiga anak tersebut baru saja selesai menjalani isolasi mandiri yang dimulai sejak dua pekan lalu.

“Kami pantau tiap hari. Dari kelurahan dan RT RW support makanan setiap hari. Mereka sudah selesai Isomannya sejak 19 Juli, kemarin sebelum hari raya Idul Adha,” kata Endah kepada New Malang Pos, Rabu (21/7) kemarin.

Baca Juga :  Ukir Prestasi Baru, Kota Malang Raih Predikat A SAKIP 2020

Endah juga mengungkapkan, anak-anak tersebut bahkan belum mengetahui kabar terbaru dari kedua orang tuanya. Endah pun untuk saat ini hanya bisa memastikan ketersediaan kebutuhan harian ketiga anak itu.

“Selama ini anak yang nomor satu dan nomer tiga belum tahu kalau ibunya meninggal. Kami masih mensupport saja belum kami kasih tahu. Kalau yang nomor dua ini sudah dikasih tahu kalau ibunya sudah meninggal, tapi kami support dulu saja sampai bapaknya pulang,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, Fokopimda Kota Malang berkunjung ke rumah anak-anak tersebut, Rabu (21/7) kemarin. Dalam kunjungannya, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji sempat berkomunikasi dengan ketiga anak tersebut. Ia terkesan dengan ketiganya karena memiliki cita-cita  mulia dan semangat yang tinggi. Ada yang bercita cita menjadi tentara, fotografer dan juga dokter.

Baca Juga :  Uskup Minta Pemkot Perhatikan Guru Sekolah Minggu

“Ayo, nak, semangat! Supaya cepat sehat,” ujar Wali Kota Sutiaji sembari mengangkat kepalan tangannya memberikan dukungan. Wali kota juga memperkenalkan Kapolresta Malang Kota, AKBP Bhudi Hermanto dan Komandan Kodim 0833, Letkol Arm Ferdian Primadhona yang turut mendampinginya.

Sutiaji juga mengatakan, untuk pemenuhan kebutuhan anak-anak tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, namun juga masyarakat umum.

“Jadi dia ditinggal ibunya, bapaknya sampai sekarang juga masih di rumah sakit.  Ya ini menjadi anak siapa? ya menjadi anak kita semua,” kata Sutiaji kepada awak media.

Baca Juga :  PCM Muhammadiyah Kedungkandang, Tetap Aktif di Kegiatan

Sutiaji juga menegaskan, ketiganya juga akan mendapatkan pendampingan psikologis. Terlebih Forkopimda Kota Malang baru saja membentuk Satgas Trauma Healing yang didukung dengan puluhan psikolog.

“Ke depan yang perlu kita sampaikan tadi, inventarisasi orang-orang yang mampu nanti memberikan kepada bukan hanya Isoman orang-orang terdampak, ini sudah langsung dilakukan (trauma healing, red). Supaya motivasinya kuat,” pungkasnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, jajaran Forkopimda memberikan santunan atau bantuan berupa paket sembako kepada ketiga anak tersebut. (ian/aim)