Fakultas Kedokteran Unisma, Tiga Kali Lulus 100 Persen UKMPPD

35
BANGGA: Dekan FK Unisma, dr. Rahma Triliana, M.Kes, Ph.D (kanan) bersama Wakil Rektor IV Unisma Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. saat memberikan keterangan terkait kelulusan UKMPPD. (FOTO : IST)

MALANG, NewMalangPos – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) kembali meluluskan seratus persen mahasiswanya di Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Ini sudah pencapaian ketiga kalinya secara berturut-turut sejak Agustus 2020 lalu.

Dan yang lebih membanggakan hampir seratus persen semuanya first taker. Dengan keberhasilan hebat ini FK Unisma saat ini berada di rangking kedua dari seluruh Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia. “Sebenarnya kelulusan first taker kami seratus persen, berhubung satu orang mengundurkan diri (bukan tidak lulus) jadi terhitung 98,6 persen,” ucap Dekan FK Unisma,  dr. Rahma Triliana, M.Kes, Ph.D.

First taker sendiri merupakan status yang diberikan kepada mahasiswa yang lulus ujian profesi langsung mengikuti UKMPPD, dan langsung lulus. Kalau belum lulus dinamakan retaker.

Lulus dengan status first taker memberikan banyak keuntungan besar bagi mahasiswa. Diantaranya menjadi penentu untuk bisa mengambil pendidikan spesialis. Dan keberhasilan menjadi first taker tentu lebih diminati di dunia kerja. “Jadi manfaatnya sangat besar untuk pendidikan lanjut. Dan sangat menguntungkan di dunia kerja,” terangnya.

Sedangkan keuntungan bagi institusi dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat. “Semakin tinggi angka firsttakernya maka intsitusinya semakin dipercaya baik oleh pemerintah maupun masyarakat,”  imbuhnya.

Adapun UKMPPD dilaksanakan empat kali oleh Panitia Nasional Ujian Kompetensi (PNUK) Jakarta. Yakni pada Bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Untuk mengikuti ujian ini mahasiswa harus melalui beberapa tahapan. 

Pertama harus lulus pendidikan profesinya lebih dulu. Selanjutnya mendaftar sebagai peserta ujian ke PNUK. Ujian pertama adalah ujian kompetensi secara tulis atau Computer Based Test (CBT). Dan kedua ujian praktek dokter atau dikenal dengan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). “Pencapain baik ini tentu karena dukungan banyak pihak serta kerjasama yang baik dengan para mitra kami,” tandasnya.

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si turut memberikan apresiasi terhadap pencapaian Fakultas Kedokteran yang telah mengantarkan mahasiswanya lulus seratus persen UKMPPD. Menurutnya, keberhasilan dalam mencetak dokter-dokter hebat yang profesional, kompeten, beriman dan berakhlakul karimah merupakan  kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa. “Kami bangga pada fakultas kedokteran Unisma, yang mampu menorehkan prestasi mengagumkan,” ungkapnya.

Angka first taker FK Unisma yang tinggi serta menduduki rangking kedua nasional FK seluruh Indonesia menjadi bukti bahwa mutu dan kualitas pendidikan dan pengajaran benar-benar berkualitas. “Terimakasih kepada dosen, laboran, dan seluruh pihak terkait yang menjadi mitra kami. Termasuk rumah sakit mitra yang ada di Jawa Timur,” ucapnya.

Maskuri mengungkapkan, dokter lulusan FK Unisma berbeda dari yang lain. Mereka tidak hanya dibekali kompetensi di bidang keilmuannya, tetapi juga punya nilai keislaman yang kuat. Karena mahasiswa FK Unisma diwajibkan tinggal di pesantren selama satu tahun atau dua semester.

Di pesantren itu, mahasiswa kedokteran mendapat kajian-kajian keislaman. Terutama tentang akhlak dan etika dokter muslim. Terkait akhlak atau adab mereka menghadapi dan mengobati pasien. “Nilai tambah lainnya adalah mereka wajib hafal Alquran minimal dua juz. Inilah yang menjadi poin keunggulan kami sehingga FK Unisma semakin kredibel dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya. (imm)