Enam Calon Sekda Adu Smart

61
new malang pos

Lima Pejabat Pemkot Malang Daftar di Pansel

Satu Pendaftar Belum Diumumkan

Malang, NewMalangPos – Enam calon Sekda Kota Malang siap berkompetisi. Dari enam pendaftar di hari terakhir pendaftaran, Jumat (19/3) kemarin, lima calon di antarnya merupakan pejabat Pemkot Malang. (baca grafis)

Hingga pendaftaran ditutup Jumat (19/3) tadi malam terdapat enam pendaftar. Satu di antaranya berasal dari luar Pemkot Malang. “Informasinya ada enam pendaftar. Lima dari Pemkot Malang, satunya belum diketahui secara jelas,” kata  anggota Pansel Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekda Kota Malang Nurkholis S Sos MSi kepada New Malang Pos, Jumat (19/3) pukul 20.03 tadi malam.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jatim ini belum memastikan pendaftar keenam. Namun informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kemungkinan satu pendaftar berasal dari pejabat non Pemkot Malang. 

Plt Kabag Humas Pemkot Malang M Nur Widianto saat dikonfirmasi tadi malam mengakui terdapat satu lagi tambahan pendaftar. Maka jumlah pendaftar calon sekda sebanyak enam  orang.

“Kami memang belum dapat tembusan. Hanya dapat info ada lamaran masuk by email,” kata Wiwid, sapaan akrab M Nur Widianto. Ia mengatakan, lamaran via email ini ditujukan langsung ke email sekretariat pansel seleksi Sekda Kota Malang. Untuk diketahui sesuai tata cara pendaftaran yang ditetapkan dalam surat pengumuman pansel, surat lamaran dapat dikirim via email jika pendaftar berasal dari lingkungan luar Pemkot Malang. Sementara yang berasal dari lingkup Pemkot Malang diwajibkan mengirim berkas lamaran pendaftaran secara manual ke kantor BKPSDM Kota Malang seperti yang dilakukan lima pejabat Pemkot Malang.

Sementara itu Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mengatakan lima pejabat Pemkot Malang sudah mendaftar sebagai calon sekda. Lima pejabat itu yakni Dr Ida Ayu Made Wahyuni SH MSi, Drs Subkhan MAP, Drs Mulyono MSi, Erik Setyo Santoso ST MT dan Dr Handi Priyanto AP MSi.

“Ya ada lima yang sampai sore ini (kemarin). Itu yang melapor ke saya sudah daftar,” tandas Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang.

Orang pertama di Pemkot Malang ini mengatakan seluruh pejabat Pemkot Malang yang mendaftar sebagai calon sekda itu diakuinya sama memiliki kapabilitas. Ia mengatakan semunya memiliki pengalaman yang mumpuni.

Meski begitu Sutiaji menegaskan bukan hanya itu yang diinginkan untuk mengisi jabatan Sekda Kota Malang.  “Orangnya harus smart, cerdas. Bisa menelurkan ide-ide yang inovatif. Mengerti situasi dan kondisi dan segala permasalahan yang ada saat ini di Kota Malang. Dan yang terpenting juga harus diterima semua kalangan. Termasuk seluruh ASN,” urai Sutiaji.

Selanjutnya proses yang akan dilalui para calon sekda yakni seleksi administratif. Kemudian yang lolos tahapan ini maju ke tahapan berikutnya. Yakni seleksi bidang atau seleksi kompetensi. Untuk itu ia berpesan seluruh pendaftar dapat mengikuti tahapan dengan baik.

Kelima pejabat Pemkot Malang yang akan bertarung merebut kursi Sekda Kota Malang ini memang memiliki pengalaman menjabat posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Setidaknya tiga  tahun terakhir ini.

Salah satu contohnya Dr Ida Ayu Made Wahyuni SH MSi. Satu-satunya kandidat perempuan dalam penjaringan Sekda Kota Malang ini optimis.  “Saya daftar hari ini (kemarin). Sempat balik lagi, tadi ada dokumen yang kurang sih. Tapi akhirnya ya bisa. Lengkap semua,” kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Malang ini.

Meski begitu mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (sekarang Diskopindag) Kota Malang ini juga yakin kandidat lainnya memiliki peluang yang sama.

New Malang Pos juga sempat menemui Erik Setyo Santoso ST MT di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Malang, tempat pendaftaran sekda dilakukan. Ia mengatakan optimismenya.

Erik mengungkapkan ia memandang kompetisi pencarian sekda dan persaingan yang ada di dalamnya merupakan hal yang lumrah. “Ini kan hal yang biasa bagai pegawai negeri dalam perjalanan karirnya. Ada yang dilalui pula dengan cara seleksi atau open biding seperti ini. Maka dari itu ya saya ikuti saja prosesnya,” tutur Erik usai mengurus proses pendaftarannya.

Sementara Drs Subkhan MAP hanya berkomentar singkat.  “Tanyakan langsung ke BKPSDM saja ya,” katanya Subkhan singkat.

Sedangkan Dr Handi Priyanto juga tidak mengungkapkan secara gamblang. Saat dikonfirmasi mengenai pendaftarannya ia hanya senyum. Kepala Bapenda Kota Malang ini merupakan kandidat termuda. Pada Juni mendatang ia berusia 45 tahun.

Sementara kandidat dengan usia tertua adalah Drs Mulyono. Mantan Sekretaris DPRD Kota Malang yang kini menjabat sebagai Asisten I Setda Kota Malang ini pada Juni nanti berusia 56 tahun. Usia ini menjadi batas usia maksimal syarat pendaftar seleksi Sekda Kota Malang.

“Kita ikuti proses saja,” ungkap Mulyono singkat saat dikonfirmasi.  (ica/van)