East Java Super Coridor Angkat Potensi Desa Wisata

East Java Super Coridor Angkat Potensi Desa Wisata

NEW MALANG POS, MALANG – East Java Super Coridor (EJSC) yang merupakan sebuah wadah untuk milenial menemukan dan mengembangkan potensi dan keahliannya akan bergerak mengangkat edukasi wisata di beberapa daerah.

Di Malang, EJSC yang selama ini bertempat di Bakorwil Jalan Simpang Ijen ini telah mengumpulkan berbagai talenta dengan berbagai keahlian dan kemampuan.

Namun untuk mengembangkannya EJSC memiliki program lainnya untuk mendukung hal tersebut. Salah satunya dengan mengangkat dan menemukan potensi wisata di desa.

Hal itu tentunya akan bisa menarik minat dari masyarakat yang selanjutnya bakal menciptakan berbagai peluang pasar yang cukup menjanjikan.

Baca Juga :  Kampung Tematik Tutup, 7 Event Besar Ditunda

“Kami sudah sejak lama ingin berkeliling ke daerah, ke desa0desa yang ada di Malang, Blitar atau juga Lumajang. Karena saya beberapa kali melihat sendiri bahwa di daerah atau desa ini sebenarnya wisatanya itu sangat bagus. Dan itu perlu diangkat dan dikenalkan oleh wisatawan kita,” terang Advisor EJSC Malang Andi Prasetyo kepada New Malang Pos, Senin (13/9).

Apalagi, tambah Andi, wisatawan yang memutuskan untuk berwisata ke Malang Raya ini jumlahnya sangat besar. Meski status aglomerasi Malang Raya masih kategori level 3, ia sendiri terus mematangkan wacana tersebut.

Baca Juga :  Kebut Pembangunan Islamic Center

“Mungkin ketika nantinya wisatawan sudah bisa berwisata dengan penuh, kita inginnya mengajak wisatawan itu keliling ke desa, kita yang memandu dan mengarahkan. Banyak titik desa di Malang Raya yang sebenarnya yang sangata potensial. Saya rasa itu juga akan mengembangkan program kita di EJSC,” paparnya.

Ia mengaku optimis wacana itu bisa sukses dilaksanakan. Namun tentu perlu pembahasaan lebih lanjut terkait teknis yang akan segera dilakukannya dalam waktu dekat. Bila itu berhasil maka bisa menjaadi percontohan untuk EJSC di daerah lainnya.

Baca Juga :  Foksa Pencar Minta Tempat Hiburan Kembali Dibuka

“Saya yakin itu menarik sekali. Tapi tentu ini perlu pembahasan yang tidak boleh sembrono. Eksekusinya harus bagus memang apalagi ini mengangkat potensi desa wisata, kalau keliru akan menjadi tidak menarik. Segera akan kita bahas,” tandas Andi. (ian/aim)

Pilihan Pembaca