Dua Mahasiswa UIN Meninggal; Polres Batu Lanjutkan Penyidikan, Pihak Keluarga Korban Asal Bandung Terima Sebagai Takdir

DUKA : Keluarga korban menyampaikan keterangan di Mapolres Batu Sabtu (13/3) sore ini.(NMP/IST)

NewMalangPos, KOTA BATU – Satreskrim Polres Batu memastikan akan melanjutkan pemeriksaan terkait kasus meninggalnya dua mahasiswa UIN saat mengikuti pembaiatan UKM Pagar Nusa di Coban Rais Kota Batu. Hal itu ditegaskan Kasat Reskrim Polres Batu, AKB Jeifson Sitorus dalam konferensi pers di Mapolres Batu Sabtu (13/3) sore.

Ia mejelaskan bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum harus mendapat legitimasi atau dukungan dari masyarakat. Karena menurutnya dan telah disampaikan sejak awal, bahwa jangan sampai pihaknya melakukan penegakan hukum malah memberikan duka bagi keluarga korban.

“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban. Mereka, keluarga korban dari Bandung memberikan waktu kepada polisi untuk bekerja lebih jauh. Sedangkan dari keluarga Lamongan meminta tidak melanjutkan proses karena mengikhlaskan kematian korban,” ujar Jeifson kepada awak media.

Baca Juga :  Bondet, BERPACU DALAM BIRAHI

Lebih lanjut, untuk faktor penyebab meninggalnya dua mahasiswa UIN, aparat penegak hukum membutuhkan tindakan otopsi terlebih dulu. Karena dalam visum luar saat di Puskesmas Karangploso dan RS Karsa Husada tidak menyebutkan penyebab kematian.

“Terkait SOP pembaiatan juga tidak ada. Namun idealnya untuk SOP ketika melakukan kegiatan di luar harus dilakukan pemeriksaan kesehatan dahulu. Serta ketika ada trouble harus dipersiapakan seperti apa penangannya. Tapi dalam hal ini (SOP, red) saat pemeriksaan tidak ada,” terangnya.

Begitu juga dengan bukti komunikasi chatting tidak bisa menjelaskan adanya kelalaian. Sehingga diperlukan langkah lebih lanjut untuk dilakukan otopsi.

Baca Juga :  Nekat Mangkal, Satpol PP Kota Malang Ciduk Enam PSK

Sementara itu M. Syarif selaku paman dari Miftah Rizki Pratama – mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung yang meninggal- menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas sebagai kehendak Tuhan.

“Kami dari pihak keluarga menerima dengan ikhlas. Namun demikian kami berharap Kepolisian Kota Batu agar menuntaskan masalah tersebut. Bukan berarti kami tidak menerima kepergian korban, tapi proses hukum tetap jalan dan kami minta dituntaskan,” terangnya.

Menurutnya, proses hukum harus tetap dilanjutkan. Karena bagi keluarga ada beberapa hal yang masih jadi pertanyaan.

Baca Juga :  Tingkatkan Ekonomi Masyarakat dengan Potensi Wisata

“Bukan kami tidak menerima kepergian almarhum, tapi proses hukum harus tetap jalan. Ini karena kami melihat ada kejanggalan. Yang pertama dari informasi yang kami terima dari media, baik online dan cetak menjelaskan panitia terkesan berbelit menjelaskan kematian. Seperti saat memberikan keterangan mulai dari pingsan, jatuh, asma. Kami ingin clear itu,” pungkasnya. (eri/ley)