Dua Calon Sekda Serahkan Berkas

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang M Nur Widianto. (Ruri/NMP)

Malang, NewMalangPos – Waktu Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekda Kota Malang berakhir Jumat (18/3) hari ini. Hingga Kamis (17/3) sore sudah ada dua berkas pendaftar. Tapi siapa saja yang mendaftar belum diumumkan.

“Informasi dari BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM) Kota Malang berkas pendaftar tercatat dua yang masuk,” kata Plt Kabag Humas Pemkot Malang M Nur Widianto.

Namun belum disebutkan nama dua pejabat yang sudah menyerahkan berkas pendaftaran itu. Hanya diinformasikan dua pejabat itu berasal dari lingkungan Pemkot Malang.

Ia mengatakan, Pemkot Malang belum dapat membeberkan calon sekda yang mendaftar. Pasalnya memang masih bersifat tertutup dan harus berkoordinasi dengan Pansel Sekda Kota Malang. 

Pansel Sekda Kota Malang yang diketuai Sekda Pemprov Jatim Heru Tjahjono menjadwalkan pengumuman hasil seleksi adminsitrasi dilakukan Senin (22/3) pekan depan.  “Ini sifatnya masih diinfokan.  Tentu di hari terakhir masih akan ada rekap data lagi berapa total jumlah pendaftarnya,” kata Wiwid sapaan akrab Nur Widianto yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang ini.

Baca Juga :  Andreas: UMKM Jadi Prioritas Penyelamatan Ekonomi Nasional

Seperti diberitakan New Malang Pos sebelumnya, para pejabat Pemkot Malang yang potensial mengikuti bursa sekda belum menyatakan sikapnya ke publik. Salah satunya Erik Setyo Santoso ST MT. Ditemui usai mengikuti kegiatan di Ngalam Command Center, pria yang kini menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang ini tak banyak bicara.

 “Oh iya besok (hari ini) terakhir ya (pendaftaran calon sekda), ini kebetulan saya masih banyak sekali pekerjaan (agenda dinas). Ya semoga saja nutut ya,” kata Erik diplomatis. Ia tidak menegaskan apakah mendaftar atau tidak. Ia hanya tersenyum dan menyatakan melihat saja kondisi kedepan terkait proses penjaringan sekda.

Calon lainnya Dr Handi Priyanto dan Drs Subkhan pun masih tak mau berkomentar banyak mengenai pendaftaran seleksi sekda. Meski begitu tidak menutup kemungkinan ada pejabat Pemkot Malang lainnya yang di menit terakhir ikut dalam kontes mencari Sekda Kota Malang. 

Baca Juga :  RSIA Mawar Vaksinasi 280 Tenaga PT KAI Malang Raya

Pengamat Pemerintahan Dr Nuruddin Hady mengatakan jabatan sekda merupakan posisi startegis di pemda. Harus bisa membantu kepala daerah menjalankan roda pemerintahan. “Untuk melakukan ini, dibutuhkan sosok yang bisa menyolidkan seluruh ASN di lingkungannya,” papar Nuruddin.

Akademisi Universitas Negeri Malang (UM) ini mengatakan, semakin senior seorang pejabat, tentu memiliki pengalaman yang beragam pula. Dari pengalaman menjabat, dari bawah hingga ke atas, tentunya pejabat senior ini mengenal dan dekat dengan ASN lainnya.

Sosok seperti inilah yang akan dengan mudah menyolidkan beragam karakter ASN yang ada di lingkungan Pemkot Malang.

“Membuat seluruh unsur ASN solid dibutuhkan sosok yang dikenal, dekat dengan yang lain dan juga dihormati. Sosok seperti ini yang ideal. Dengan itu pimpinan daerah akan mudah menjalankan roda pemerintahannya,” tandas Nuruddin.

Baca Juga :  Dukung Liga 1 Digelar 20 Agustus

Aspek lain yakni mampu menerjemahkan visi misi pimpinan daerah. Dapat bekerjasama dengan pimpinan daerah dengan baik. Artinya, sosok sekda harus bisa memahami apa yang diinginkan pimpinan daerah.

“Kalau dia tidak mampu menerjemahkan ya susah juga. Lalu aspek lain adalah profesional, berintegritas dan moralitas. Idealnya tidak pernah ada masalah hukum dan lainnya,” tegasnya.

Selain dari lingkungan Pemkot Malang, penjaringan Sekda Kota Malang juga dimungkinkan mendatangakn kandidat dari luar Pemkot Malang. Mengenai hal ini, Nuruddin mengatakan mungkin saja terjadi.

Bisa saja tambahnya, syarat internal pemkot yang sudah dimiliki pansel tidak dipenuhi oleh kandidat yang berasal dari lingkungan Pemkot Malang. Maka kandidat dari luar bisa saja diambil. Akan tetapi hal ini perlu memperhatikan hal lain.

“Tapi kalau diambil orang luar (di luar Pemkot Malang) nanti dia punya beban psikologis. Dia akan sulit menyolidkan ASN,” pungkas Nuruddin. (ica/van)