Dorong Anak–anak Manfaatkan Potensi Wisata Desa Kedungudi

ist Masyarakat Desa Kedungudi Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto terus mengembangkan potensi desanya

Mojokerto, NewMalangPos – Desa Kedungudi Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang berada di lereng Gunung Penanggungan memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa.

Desa ini menjadi tempat dilewati oleh para wisatawan yang menuju ke puncak Gunung Penanggungan atau yang ingin menuju tempat wisata di Prigen.

Potensi ini ditangkap Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (BEM FTb Ubaya) dengan program Biotech Power bekerjasama dengan Tim Program Pengembangan Wilayah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Surabaya (PPW LPPM Ubaya).

Baca Juga :  TMMD Ke-110 Sasar 2 Desa di Bondowoso

Yakni, memanfaatkan potensi alam dan limbah yang dihasilkan oleh Desa Kedungudi. Kegiatan dilakukan secara hybrid, yaitu kombinasi antara materi yang disampaikan daring via zoom dan praktik secara luring. Sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan menjaga protokol kesehatan dengan baik.

Ada dua kelompok yakni kelompok perajin samiler Desa Kedungudi dan kelompok bank sampah Segunung Harto Desa Kedungudi dalam bidang kesehatan, lingkungan, pangan dan tanaman.

Juga ada pelatihan pembuatan hand sanitizer ramah kulit kepada anak–anak SD Kedungudi yang dilanjutkan dengan pelatihan penanaman sayuran hidroponik.  Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi anak–anak untuk dapat memanfaatkan potensi alam sekitarnya sedari dini.

Baca Juga :  2 Perempuan Kakak Beradik di Sidoarjo Tewas Dibunuh, Jasad Dibuang ke Sumur

Juga dilakukan pemberian materi mengenai standarisasi dan keamanan pangan produk unggulan Desa Kedungudi berupa krupuk samiler. Pelatihan berupa persiapan pengajuan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) juga diberikan agar produk olahan samiler yang telah dibuat kelompok perajin samiler dapat lebih baik dan mudah dalam pemasaran kedepannya.

Diversifikasi produk turunan singkong dan kopi yang juga merupakan hasil bumi utama Desa Kedungudi juga dilakukan dengan pengenalan produk baru berupa minuman kopi kekinian.

Juga diberikan penyuluhan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun batang. Hasil pelatihan ini diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan kelompok Bank Sampah Segunung Harto Desa Kedungudi.

Baca Juga :  Banyak Guru di Jatim Masih Tolak Divaksin Covid-19

“Kegiatan pengabdian yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Ubaya sangat bermanfaat, mendukung pembangunan di desa kami.  Kami akan tindaklanjuti hasil pelatihan yang diberikan oleh Ubaya”, ujar Kepala Desa Kedungudi Dul Mukti.(yan/ut/jon/nmp)

Pilihan Pembaca