Doni Monardo: Tidak Mudik adalah Penghargaan Terhadap Keluarga di Kampung Halaman

Penyekatan mudik di pintu tol singosari di hari pertama. (NMP-Ipunk Purwanto)

Jakarta, NewMalangPos Hanya tinggal beberapa hari saja, umat Islam akan merayakan momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan.

Jika biasanya Idul Fitri dirayakan dalam kegembiraan bersama keluarga, maka tahun ini masyarakat diimbau untuk bersabar dan ‘mudik’ secara virtual dengan memanfaatkan teknologi.

“Kenapa tidak boleh mudik karena manusia menjadi perantara membawa virus Covid dari satu daerah ke daerah lainnya,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, seperti yang dilansir CNN Indonesia, Sabtu (8/5).

Baca Juga :  Jokowi Calonkan Listyo, PDIP Bantah Punya Calon Kapolri Lain

Masyarakat yang bersikeras mudik akan meningkatkan potensi penyebaran Covid-19. Sehingga, tidak mudik menjadi wujud penghargaan terhadap sesama, terlebih bagi orang tua dan kerabat di kampung halaman.

“Terutama saudara-saudara kita yang sudah lanjut usia, kakek, nenek, bahkan orang tua kita. Jangan sampai kita menjadi pembawa virus mematikan ke kampung halaman pada Lebaran ini,” ucap Doni.

Doni menegaskan, mudik atau bepergian dari atau menuju daerah dengan kasus Covid-19 yang masih tinggi artinya sama saja membawa virus yang penularannya sangat cepat dan kerap tak terdeteksi.

Baca Juga :  Hampir Setahun Pandemi, Suku Baduy Nol Kasus Corona

Selain mengurangi mobilitas, masyarakat juga diharapkan berdisiplin #ingatpesanibu untuk memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak. Satgas Penanganan Covid-19 juga terus melakukan testing dan tracing untuk menjaring kasus baru sebelum terlambat sehingga perawatan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Covid-19 belum berakhir, lindungi keluarga, jangan mudik dulu,” kata Doni. (rea/cnni/mg1/ggs/nmp)