Dongkrak IKM Batik Malangan Naik Kelas

3
batik fashion
Dynis Nova juara 1 lomba desain modest wear batik Malangan menampilkan hasil karya terbaiknya.

Batik Malang Festival 2021

MALANG, NewMalangPos – Industri Batik Malangan akan menjadi salah satu komoditi ekonomi andalan Kota Malang. Potensi pengembangan industri kreatif fashion khususnya batik di Malang tengah berkembang. Batik juga disebut memiliki nilai lebih karena industri batik mampu bertahan dalam masa pandemi.

Melalui ide kreatif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menggelar  Malang Batik Festival 2021, yang digelar selama dua hari, Rabu dan hari ini di Ballroom Kartini Imperial Building Kota Malang.

Kegiatan ini sangat diapresiasi Wali Kota Malang Drs H Sutiaji. Ia mengatakan kegiatan yang dilakukan Dekranasda dan Diskopindag ini sangat selaras dengan misi ke-2 Pemkot Malang, yakni mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan.

“Batik juga sekarang menjadi warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Sekarang setiap acara nasional atau internasional resmi pakai batik, tidak lagi pakai jas. Ini potensi bagus untuk dikembangkan. Apalagi di Kota Malang juga ada potensi itu misalnya di Bunulrejo dan lainnya,” tegas Sutiaji.

Event ini memberi kesempatan puluhan IKM Kota Malang berkreasi, berinovasi, memasarkan produk, mendapatkan ilmu baru hingga dibantu urusan legalitasnya untuk bisa naik level. Event yang dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-107 Kota Malang itu memiliki beragam agenda.

Pameran IKM yang memberi kesempatan 60 IKM membuka stan memasarkan barang dagangannya. Gelaran lomba diperuntukan bagi desainer-desainer busana Kota Malang, hingga penandatanganan kerjasama Dekranasda dan notaris guna memfasilitasi IKM mengurus perizinan usaha secara gratis.

”Kegiatan yang merangsang kreativitas dan inovasi pelaku IKM dan UMKM akan sangat didukung. Pemkot Malang terus berupaya untuk memfasilitasi industri kreatif bisa berkembang dan tembus pasar nasional dan internasional,” terang Sutiaji.

Tidak hanya menaikan level IKM di sektor fashion, kegiatan yang diinisiasi Dekranasda dan Diskopindag ini juga membantu upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 di Kota Malang.

“Ini juga akan sangat membantu upaya pemerintah daerah memulihkan kondisi ekonomi. Jika terus difasilitasi, didorong terus kami yakin ekonomi kita bisa pulih. Maka cintai terus produk lokal,” ungkap orang nomor satu di Pemkot Malang ini.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kota Malang Widayati Sutiaji menambahkan, Malang Batik Festival 2021 diadakan untuk menangkap peluang dan mengembangkan potensi IKM dan UMKM sektor fashion di Kota Malang.

Karena tidak hanya didorong berkompetisi satu sama lain dalam lomba busana batik Malangan, Dekranasda Kota Malang juga meluncurkan website Dekranasda secara resmi kemarin.

“Web ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk menjembatani produk IKM kita dengan buyer. Memberi platform promosi gratis dan sumberi informasi lainnya soal produk kerajinan lokal Kota Malang,” ujar Widayati.

Kemarin, juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Dekranasda Kota Malang dengan notaris Ika Indriyani Nurullah SH. M.Kn. Dengan ditandatanganinya PKS ini, Pemkot Malang memberi fasilitas pengurusan izin usaha atau urusan legal secara gratis pada IKM/UMKM asal Kota Malang.

Widayati juga menyampaikan dalam kesempatan ini, Dekranasda dan Diskopindag Kota Malang menjalin banyak kerjasama lainnya.

“Salah satunya dengan teman-teman perbankan yang nantinya akan diarahkan menyalurkan program untuk bantu industri kreatif Kota Malang bisa berkembang,” tegas Widayati. (ica/aim)