Ditabrak Satria FU, Ibu Dua Anak Tewas

34
Jenazah korban Siti Supriyani diturunkan dari mobil ambulan di rumah duka di Kecamatan Singosari. (NMP-M PRASETYO LANANG)

MALANG, NewMalangPos – Kecelakaan maut juga terjadi di Jalan Raya Randuagung Kecamatan Singosari, Senin (3/5) pagi. Dua motor saling bertabrakan.

Akibat kejadian itu, satu orang tewas di lokasi kejadian dan satu lagi mengalami luka-luka.Korban tewas adalah ibu dua anak. Yakni Siti Supriyani, 43, warga asal Madiun yang tinggal di Dusun Krajan Desa Randuagung Kecamatan Singosari. Korban adalah pengendara motor Honda Supra AE-4806-FS.

Sedangkan korban luka adalah lawannya, yakni Havid Yogananda, 21, warga Jalan LA Sucipto Kecamatan Blimbing. Dia pengendara motor Suzuki Satria FU N-6537-ABH. Havid mengalami luka di kepala dan wajah dirawat di RS Medika Lawang.

“Kasus kecelakaan ini sudah kami tangani. Kedua sepeda motor yang terlibat sudah kami amankan sebagai barang bukti. Saat ini kami masih menyelidiki kasusnya dengan memeriksa keterangan saksi-saksi,” ungkap Kanitlaka Lantas Polres Malang Iptu Agus Yulianto.

Kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 05.15. Kejadiannya tidak jauh dari rumah korban. Ceritanya pagi itu korban mengendarai motor sendirian dari utara. Kemudian di lokasi kejadian berniat mau menyeberang jalan.

Bersamaan dengan itu, dari arah selatan ke utara melaju motor Suzuki Satria FU dengan kecepatan tinggi. Karena jarak cukup dekat dan tidak bisa dihindari, akhirnya terjadi tabrakan.

Saking kerasnya benturan, membuat kedua pengendara terpental. Korban Siti Supriyani mengalami luka serius di kepala hingga tewas di lokasi kejadian. Sedangkan Havid mengalami luka-luka.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berdatangan. Sebagian menolong korban luka dengan melarikan ke rumah sakit. Sebagian warga lainnya melaporkan ke polisi.

“Jenazah korban yang meninggal langsung kami larikan ke kamar mayat RSSA Malang untuk visum. Untuk penyebab kecelakaan masih terus kami dalami,” tegasnya.

Sementara, Rumiyati tetangga korban mengungkapkan bahwa osok Siti dikenal warga sebagai pribadi yang sopan. Korban juga aktif dalam kegiatan warga. Meski pendatang, korban juga dikenal sebagai orang pendiam.

“Saya kaget ada kabar korban meninggal. Orangnya baik, sopan, murah seyum serta pendiam,” katanya.

Korban Siti diketahui memiliki suami bernama Muhammad Hadi Santoso. Dia dikaruniai dua anak perempuan. Namun keluarga masih enggan memberi keterangan saat ditemui. Mereka masih diselimuti rasa duka.(tyo/agp)