Disparta Dorong Tradisi Lokal Masuk Paket Desa Wisata

TRADISI: Tradisi Ngudek Jenang di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menjadi potensi yang mampu diangkat dalam paket Desa Wisata untuk menarik wisatawan. (NMP/M MANSYUR)

NEW MALANG POS, KOTA BATU – Tradisi lokal memiliki nilai budaya luhur. Bahkan di era modern saat ini, tradisi sangat memiliki nilai lebih di mata wisatawan mancanegara.

Dengan beragam potensi tersebut, Dinas Pariwisata mendorong agar tradisi lokal di tiap desa/kelurahan yang ada di Kota Batu untuk dijual kepada wisatawan.

“Potensi wisata di Kota Batu sangat beragam dan kaya. Baik potensi alam, pertanian, hingga tradisinya. Untuk saat ini potensi alam dan pertanian sudah mampu dikelola dengan baik oleh Pemdes. Namun untuk tradisi masih sangat minim, karena itu kami mendorong agar Pemdes memanfaatkan potensi yang ada di desa/kelurahan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq kepada New Malang Pos, Senin (23/8).

Baca Juga :  Punjul: Target Hattrick Pemilu 2024

Ia mencontohkan ada banyak tradisi di Kota Batu yang bisa dikembangkan oleh Pemerintah Desa/Kelurahan. Beberapa diantaranya tradisi Ngudek Jenang di Desa Tulungrejo, Sembelih Kebo di Kelurahan Temas, Kuda Lumping dan Reog di Desa Gunungsari dan Punten.

“Dengan beragam dan kekayaan tradisi yang ada tersebut seharusnya bisa dibaca sebagai peluang oleh Pemdes/kelurahan. Karena dengan dengan menjual atau memasukkan paket dalam Desa Wisata tidak hanya akan meningkatkan perekonomian. Tapi juga secara tidak langsung melestarikan tradisi yang ada,” bebernya.

Dengan memasukkan tradisi dalam paket wisata, Desa Wisata di Kota Batu akan mampu bersaing dengan destinasi wisata buatan. Karena desa wisata tidak hanya menawarkan potensi yang ada di desa seperti pemandangan alam, aktifitas harian warga, pertanian, serta menyuguhkan tradisi tahunan yang ada.

Baca Juga :  Terendah, Retribusi Parkir di Tepi Jalan

Salah satu tradisi yang masih dilestarikan setiap tahunnya, yakni Ngudek Jenang di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu jadi potensi yang akan dikembangkan oleh Pemdes. Hal itu disampaikan oleh Kades Tulungrejo, Suliono.

“Untuk Desa Tulungrejo memiliki beragam potensi yang sudah diketahui oleh wisatawan. Mulai dari tempat wisata Selecta, Coban Talun, Pura Giri Arjuno, Kebon Desa dan Petik Apel. Namun untuk tradisi seperti Ngudek Jenang masih belum kita maksimalkan untuk paket wisata,” ungkapnya.

Dengan tradisi yang telah ada dan berlangsung turun temurun itu, diharap mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bahkan lebih dari itu, Jenang bakal menjadi produk khas Desa Tulungrejo sebagai oleh-oleh wisatawan.

Baca Juga :  Cek Tempat Wisata, Gubernur Jatim Puji Jatim Park 3

“Jadi kedepan Ngudek Jenang bukan hanya sebagai uri-uri budaya Jawa. Tapi juga mampu membawa budaya desa menjadi daya tarik wisata untuk mempromosikan pada dunia luar, sehingga bisa menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Tulungrejo,” bebernya.

Dengan begitu, lanjut Suliono, visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu yaitu Desa Berdaya Kota Berjaya mampu diaplikasikan oleh Pemdes dan warga. Tentunya melalui desa wisata mandiri yang mampu memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat setempat. (eri)

artikel Pilihan