Diserbu Masyarakat, Website Pendaftaran Vaksinasi Pemkot Malang Sempat Down

MALANG, NewMalangPos – Animo masyarakat Kota Malang yang cukup tinggi terhadap vaksin tampaknya tidak dapat dibendung. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang mendaftar untuk mengikuti program Serbuan Vaksin di Stadion Gajayana akhir pekan mendatang. Ahasil, masyarakat sempat tak bisa mengakses website yang ditentukan untuk mendaftar yakni di https://vaksinasi.malangkota.go.id/.

Website yang dibuat oleh Pemkot Malang itu down saking banyaknya pendaftar. Berdasarkan pantauan New Malang Pos, website itu sulit diakses di jam pertama saat dibuka pada pukul 10.00, Kamis (5/8).

Baca Juga :  Bulan Depan Target Operasi, SDM dan Alat Berat Sanitary Landfill Kota Malang Belum Siap

“Sekarang yang sudah terdaftar tembus 18 ribu lebih. Masih terus berproses, karena yang masuk super banget. Maka ada kalanya juga terhambat,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang. M. Nur Widianto kepada New Malang Pos.

Atas kondisi itu, pihaknya langsung melakukan tindakan cepat dengan memperbaiki dan mengupdgrade server. Bahkan pihaknya juga mengantisipasi adanya gangguan dari pihak luar.

“Tentu kami juga menyampaikan maaf atas kondisi itu. Tapi sampai jam saat ini sudah berjalan dengan baik. Artinya kurun waktu dua jam berjalan sudah tidak ada kendala signifikan. Walau tim IT kami juga sempat mendeteksi adanya langkah langkah dari hacker untuk mengganggu website dan itu sudah diantisipasi,” bebernya.

Baca Juga :  Forkopimda Beri Semangat Anak ABK Isoman

Website untuk vaksinasi itu terpantau sudah dapat diakses kembali dan saat ini kuota hanya tersisa sebanyak 1.376 per pukul 12.30. Vaksinasi di Stadion Gajayana itu rencananya akan digelar selama dua hari dengan kuota 10 ribu dosis per hari. Vaksin yang digunakan adalah jenis vaksin Sinovac.

“Sesuai dengan koordinasi Koarmada, jatah vaksin yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Malang itu sebanyak 20 ribu. Sedangkan 5 ribu masih di hold sementara sebagai penyangga untuk masyarakat luar Kota Malang. Jadi total tetap 25 ribu,” jelasnya. (ian/ley)

artikel Pilihan