Dinar Candy

NewMalangPos – Para penggemar Dinar Candy banyak yang khawatir akan nasib artis pujaannya. Tapi, ada juga penggemar pria yang iseng dan menunggu kapan polisi melakukan rekonstruksi atau reka ulang. Mereka penasaran juga kepingin lihat barang bukti yang disita polisi.

Protes bikini ala Dinar Candy bisa jadi hanya cara untuk cari sensasi untuk konten medsos. Tapi, cara protes semacam itu menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar kehabisan cara untuk menyampaikan keluhan kepada pemerintah supaya didengar.

Banyak cara protes dilakukan. Ada yang memasang bendera putih. Ada yang demo terbuka menolak PPKM, ada juga yang mengajak demo besar-besaran ‘’Jokowi End Game’’ tapi gagal, dan yang paling baru dan unik adalah demo bikini alan Dinar Candy. 

Dalam tradisi demokrasi, berbagai cara protes banyak dilakukan, mulai dari yang konvensional seperti demonstrasi di pinggir jalan, melakukan aksi mogok makan (hunger strike), sampai aksi protes dengan melakukan bunuh diri.

Desember 2010, seorang pedagang buah dan sayur kaki lima di Tunisia berdiri di depan kantor pemerintah daerahnya dan melakukan aksi bakar diri. Pedagang itu Muhammad Abul Azizi melakukan aksi putus asa tersebut sebagai bentuk protes atas korupsi pejabat.  Aksinya memicu gelombang revolusioner di seluruh wilayah yang dikenal dengan “Arab Spring.”

Arab Spring menjadi gerakan sosial yang berujung pada revolusi politik yang menjatuhkan rezim lama di Libya dan menyebabkan krisis politik di Mesir, Suriah, dan beberapa wilayah di Timur Tengah. Abul Azizi menjadi simbol sekaligus martir bagi gerakan demokratisasi itu. 

Baca Juga :  Harga Meroket, Bakal Datangkan Cabai Impor

Gerakan hunger strike atau mogok makan banyak dilakukan oleh aktivis politik untuk menuntut perubahan. Salah satu yang fenomenal dilakukan oleh Aung San Suu Kyi pada 1990-an ketika melakukan mogok makan memrotes rezim junta militer yang otoriter.

Di Indonesia rakyat tidak perlu melakukan mogok makan, karena tanpa mogok makan pun banyak rakyat yang sekarang kelaparan. Banyak rakyat yang mogok makan karena terpaksa, karena memang tidak ada makanan yang tersedia.

Aksi protes bunuh diri karena PPKM yang terus diperpanjang terjadi di Bandung. Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jabar berinisial GB melakukan percobaan bunuh diri di Jalan Wastukencana Kota Bandung, depan Gerbang Barat Balai Kota Bandung, Rabu (4/8) siang. GB ditemukan terkapar di tengah jalan dengan luka di leher dan perut akibat sayatan senjata tajam.

Selain itu, GB juga membawa bendera putih bergambar Logo AKAR Kota Bandung. Aksi percobaan bunuh diri ini dilakukan GB, akibat kecewa dengan peraturan (PPKM) Level 4 yang diperpanjang.

Rekaman voice call GB sebelum melakukan percobaan bunuh diri itu beredar luas di grup Whatsapp.

Baca Juga :  Dinkes Klaim Kasus Kematian Turun

GB mengungkapkan kegalauannya karena tidak ada kejelasan masa depan usahanya. Ia merencanakan protes terbuka dengan ramai-ramai memasang bendera putih di depan kafe masing-masing anggota, tapi aksi itu gagal setelah ada negosiasi dengan polisi. GB yang frustrasi akhirnya melakukan protes dengan percobaan bunuh diri. 

Protes bikini ala Dinar Candy punya akar historis yang cukup tua di Eropa. Salah satu yang fenomenal adalah proses telanjang ala Lady Godiva di Inggris. Sampai sekarang kisah Lady Godiva masih sering diceritakan. Grup musik legendaris Inggris, Queen, memakai cerita Lady Godiva dalam bait lagunya ‘’Don’t Stop Me Now.’’

Alkisah di Kota Coventry, Inggris pada Abad pertengahan, beban pajak mencekik rakyat kecil. Berbagai cara ditempuh untuk meminta agar kebijakan pajak yang keras ini dilonggarkan. Tetapi, berbagai upaya rakyat untuk meminta keringanan cukai tak menggerakkan hati Leofric, Earl of Mercia dan Lord of Coventry yang berkuasa, untuk menurunkan pajak.

Saking pedihnya penderitaan rakyat, sampai Lady Godiva, istri Leofric penguasa Coventry, ikut iba hatinya. Ia melakukan protes terhadap suaminya dan  berkali-kali memohon agar pajak rakyat diringankan. Namun, tak berhasil.

Lady Godiva tidak putus asa. Ia terus mendesak suaminya supaya mengubah keputusannya. Tidak tahan menghadapi protes sang istri, Earl of Mercia punya gagasan sinting.

Ia berkata kepada istrinya bahwa pajak rakyat akan diturunkan asalkan Lady Godiva bersedia naik kuda menyusuri jalan kota dalam kondisi telanjang di siang bolong.

Baca Juga :  Presiden Rapat Terbatas, PPKM Darurat Diputuskan Lanjut Sampai Akhir Juli

Lady Godiva menyanggupinya. Tubuhnya yang tanpa busana hanya ditutupi oleh rambut panjangnya yang indah saat berkuda di jalanan Coventry. Sejumlah versi menyebut, aksi nekatnya itu dilakukan pada 10 Juli 1040. 

Supaya tidak mempermalukan keluarga penguasa, diam-diam dikeluarkan perintah agar rakyat menutup pintu dan jendela di sepanjang jalan yang dilewati Lady Godiva pada jam itu.

Tetapi, namanya juga rakyat, ada saja yang iseng mengintip defile unik itu.

Orang yang iseng mengintip itu diketahui bernama Tom, tapi nama belakangnya tidak diketahui. Sejak itu di Inggris dikenal istilah ‘’Tom si Pengintip’’, atau ‘’Peeping Tom.’’ Sampai sekarang istilah itu masih sering dipakai untuk menggambarkan seseorang yang diam-diam mengintip rahasia yang tertutup.

Meskipun tidak sepenuhnya berjalan rahasia, tapi aksi Lady Godiva berjalan dengan lancar. Earlf of Mercia pun meringankan pajak rakyat.  Seorang bangsawan kelas tinggi, rela mempermalukan dirinya demi menurunkan pajak membuat Lady Godiva dianggap sebagai pahlawan. 

Protes gaya Dinar Candy bisa saja membawanya masuk penjara karena dijerat undang-undang pornografi. Tapi, protes Dinar Candy harusnya menyadarkan penguasa bahwa ketika saluran protes resmi sudah tersumbat, maka rakyat akan memakai segala cara agar protesnya didengar.(*)

artikel Pilihan