Diduga Dimasuki Pengunjung Covid dan Tak Pakai PeduliLindungi, Toko Lai-Lai Ditutup 14 Hari

Ipunk/Malang Posco Media

Malang Posco Media – Toko serba ada Lai-Lai ditutup selama 14 hari kedepan mulai Senin (7/2) hari ini. Pasalnya toko ini diduga dimasuki pengunjung yang terpapar covid-19 beberapa hari lalu dan terbukti tidak memasang aplikasi PeduliLindungi.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dan jajaran Satgas Covid-19 Kota Malang siang tadi melakukan pengecekan lokasi dan menerjunkan tenaga kesehatan (nakes) untuk melakukan Tes Swab Antigen di toko yang berada di Jl Semeru.
Dari 30 pegawai yang dilakukan Tes Swab, terdapat 1 orang yang hasilnya positif.

Baca Juga :  615 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Sutiaji menjelaskan pelaksanaan swab juga dilakukan karena informasi viral di media sosial. Postingan yang viral di Facebook ini menunjukan satu pengunjung mengakui dirinya positif covid-19 dan mengunjungi Toko Lai-Lai kemudian memposting beberapa foto disana.

Ipunk/Malang Posco Media

“Itu katanya orang Kalimantan, kita belum dapat informasi apakah dia berwisata atau tidak kesini. Yang jelas sudah kita lacak dan kita panggil. Polresta sudah lacak dan tahu alamat yang bersangkutan selanjutnya dilakukan pemanggilan,” tegas Sutiaji siang tadi di Toko Lai-Lai.

Meski kejadian viral ini masih diselidiki, Toko Lai-Lai dinilai melakulan pelanggaran prokes. Plt Kasatpol PP Kota Malang Handi Priyanto menjelaskan bahwa Toko Lai-Lai tidak menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.
Hal ini sudah masuk dalam kategori pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sesuai undang-undang yang berlaku. Maka pengelola langsung diberi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan toko disegel selama 14 hari.

Baca Juga :  Bertekad Habis Habisan, Toprak Optimis Juara

“Karena tadi ada yang positif makanya ditutup. Kalau BAP tadi karena mereka tidak pasang pedulilindungi,” tegas Handi.

Sementara itu saat hendak dikonfirmasi mengenai kejadian ini, enggan memberikan komentar apapun. Meski begitu pengelola nampak keberatan dengan tindakan Pemkot Malang menutup selama 14 hari terhadap usahanya. (ica/jon)

artikel Pilihan