Diduga Akan Dijual di Rutan Bandung, Penyelundupan Paket Sabu Digagalkan

Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom

Bandung , NewMalangPos– Upaya penyelundupan sabu-sabu dilakukan narapidana di Rutan Bandung (Kebonwaru). Ada puluhan paket sabu-sabu dan obat keras yang dibeli napi dengan harga Rp 31 juta.

“Untuk barang bukti, ada 31 klip paket sabu. Anggapan BNN, satu klip satu gram dan ada tujuh bungkus obat-obatan yang dilarang masuk ke rutan dan ada satu butir inex,” ucap Kasie Pelayanan Tahanan Rutan Bandung Irfan Rizky Prasetyawan di Rutan Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, dikutip dari Detik News, Selasa (16/3).

Upaya penyelundupan yang dilakukan pada Kamis (11/3) itu melibatkan lima orang. Kelima orang itu terdiri dari empat orang napi dan satu orang kurir dari luar.

Baca Juga :  Bersembunyi dalam Bak Truk, Pemudik Nekat Asal Jakarta Dihentikan Petugas di Exit Tol Ngawi

Keempat napi yakni Aditya berperan mengendalikan kurir, Junaidi berperan untuk mengambil barang yang sudah disimpan, Wahyu Idris memiliki jaringan dan Ai Sulaeman pemilik modal. Sedangkan satu orang kurir bernama Yusuf Kurniawan.

Menurut Irfan, puluhan paket sabu-sabu itu dibeli dengan harga Rp 30 juta. Modal uang itu didapat dari Ai Sulaeman.

“Atas nama Ai Sulamen yang punya modal. Pengakuannya keluarkan uang Rp 30 juta untuk beli sabu,” tutur dia.

Dari hasil pemeriksaan, Irfan menuturkan puluhan paket sabu itu rencananya akan digunakan oleh para napi sekamar. Akan tetapi, pihaknya mencurigai sabu itu akan dijual kembali di dalam.

Baca Juga :  Status Siaga, Gunung Merapi Gugurkan Lava Pijar Tiga Kali

“Untuk sementara pengakuan mereka untuk dipakai teman sekamarnya. Tapi, kita curiga karena sudah dipaketkan, ada kemungkinan menjual di dalam,” ujarnya.

Sebelumnya, Petugas Rutan Kelas I Bandung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu dan obat terlarang di pagar depan rutan, Kamis (11/3). Puluhan paket kecil barang haram tersebut dimasukkan ke dalam dua bungkus rokok yang ditutupi handuk.

Kepala Rutan Kelas I Bandung Riko Stiven mengatakan kejadian itu berawal saat petugas parkir menemukan dua bungkus rokok di area pagar depan yang ditutupi handuk.

“Lalu penemuan itu dilaporkan komandan jaga dan kasie Yantah, sesuai arahan Kepala Rutan untuk menunggu barang itu diambil pelaku,” kata Riko.

Baca Juga :  Baru Jadi Mensos, Megawati Lihat Risma Makin Kurus

Petugas melakukan pemantauan untuk melihat kepada siapa paket rokok berisi benda yang diduga narkoba itu ditujukan.

“Pada pukul 14.30 pelaku (yang mengirim paket) terlihat akan mengambil barang tersebut, lalu diamankan oleh petugas Rutan,” kata Riko.

Setelah itu, petugas segera melakukan pemeriksaan dan menggali keterangan dari pelaku. “Didapati keterangan bahwa barang tersebut akan diselundupkan ke dalam Rutan,” katanya.

Petugas pun akhirnya membongkar skema pelaku dalam mengedarkan barang tersebut. “Dengan cara menitipkan ke pekerja sampah (tamping) yang bekerja membuang sampah untuk disimpan di gerobak sampah,” ucapnya. (dir/mso/dtk/ley/nmp)