Diberi Nama Citor, Niatnya Agar Tak Lama Menunggu

INOVASI: Muhammad Wildan Wicaksono memperkenalkan halaman depan aplikasi Citor yakni aplikasi yang menghubungkan konsumen dengan penyedia jasa cuci motor.

Ciptakan Aplikasi Bantu Pelaku Usaha Cuci Motor

NewMalangPos – Idenya bermula dari banyaknya keluhan masyarakat saat lama antre cuci motor. Muhammad Wildan Wicaksono dan empat kawannya lalu putar otak. Tercetuslah gagasan menciptakan aplikasi.

Namanya Citor yang merupakan singkatan dari cuci sepeda motor. Aplikasi itu menghubungkan jasa cuci motor dengan calon pelanggan.

Citor merupakan aplikasi start up. Bergerak di bidang jasa yang dapat menghubungkan antara penyedia jasa dengan pengguna layanan jasa cuci motor. Muhammad Wildan Wicaksono tak sendirian, ia dibantu empat temannya. Yakni Ahmad Fahrudin, Muhammad Iqbal Farizi, Nadya Nur Fadhila dan Nurul Istikhomah.

Aplikasi karya Wildan dan kawan-kawannya diluncurkan pada Agustus lalu. Bisa diunduh melalui Google Play store. Meskipun terbilang baru namun memiliki banyak fitur yang bakal membantu kebutuhan masyarakat menemukan jasa cuci motor.
Wildan mengungkapkan aplikasi ini memiliki fitur layanan, teratas, terdekat dan voucher untuk diskon. Pada fitur layanan terdapat daftar tempat cuci motor, pengguna bisa memilihnya sesuai keinginan.

Baca Juga :  Nyepi Long Weekend, Staycation Seru Bareng Hotel Tugu

“Setelah memilih jasa cuci motor, pengguna dapat menentukan waktu yang diinginkan. Apabila pada layar jam pemesanan berwarna merah menunjukkan jadwal tersebut telah penuh sedangkan warna hijau masih tersedia,” ungkap Wildan.

Dengan adanya informasi tersebut lanjut Wildan, calon customer tidak perlu mengantre lagi, tak harus menuggu lama. Selain Citor juga dilengkapi dengan pilihan cuci motor yang diinginkan seperti cuci reguler dan cuci motor salju.

Di fitur layanan pengguna juga akan mengetahui biaya dari layanan yang dipesan. Yakni mulai dari Rp 11 ribu sampai Rp 16 ribu untuk cuci reguler dan Rp 13 ribu sampai Rp 18 ribu untuk cuci salju. Harga ditetapkan berdasarkan ukuran CC motor pelanggan.

“Aplikasi kami telah terintegrasi dengan Google Map dan uang elektronik. Jadi apabila calon customer tidak jadi menggunakan layanan maka uang yang telah dibayarkan akan mendapatkan garansi cashback berupa poin,” urai Wildan.

Baca Juga :  Sutiaji: Partai Demokrat Menjadi Pelopor

Untuk itu calon customer diminta untuk datang ke lokasi cuci motor sesuai jadwal yang telah ditentukan pada aplikasi. Apabila datang terlambat layanan yang sudah terprogram di Citor akan batalkan.

Hadirnya Citor di tengah-tengah masyarakat akan membantu mendapatkan jasa cuci motor dengan mudah, cepat dan tidak perlu mengantre yang biasanya membutuhkan waktu lama. Aplikasi ini diyakini akan memudahkan bagi mereka dengan jadwal padat karena pesanan sudah terjadwal tetapi harganya tetap terjangkau.

“Citor saat ini dapat diakses di Kota Malang namun kedepannya aplikasi ini akan diperkenalkan di luar kota bahkan nasional,” urai mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) ini.

Ia berharap Citor dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan layanan cuci motor bagi pelanggan dan pemilik jasa cuci motor. Harapan ini sejalan dengan latar belakang hadirnya aplikasi yang diciptakan untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha cuci motor berkat kemudahan yang ada.

Baca Juga :  Perpanjang SIM Cukup Aplikasi SINAR

Di sisi lain inovasi ini juga menjawab tantangan zaman yang semakin digital dan terus berkembang. Meningkatnya jumlah pengguna motor dari tahun ke tahun tentu permasalahan yang dihadapi akan semakin kompleks. Segalanya pun harus lebih mudah dan berkualitas tetapi tetap terjangkau.

“Dari sini kami berupaya menggali potensi transformasi digital bagi pelaku usaha jasa cuci motor konvensional melalui aplikasi Citor. Hadirnya kemudahan semoga juga disambut dengan antusiasme masyarakat yang nantinya bisa meningkatkan pendapatan pelaku usaha cuci sepeda motor,” harapnya.

Agar nilai manfaat dari aplikasi ini dapat dirasakan oleh semua masyarakat, pengenalan Citor terus dilakukan hingga sekarang. Meskipun hingga kini jumlah mitra masih terbatas di lima tempat cuci sepeda motor namun pemerataan mitra di tiap kelurahan akan terus dilakukan.(Linda Epariyani/van)

Pilihan Pembaca