Selebrita Dianggap Meniru Logo, Album Baru Justin Bieber Tersandung Hak Cipta

Dianggap Meniru Logo, Album Baru Justin Bieber Tersandung Hak Cipta

Ilustrasi: Musisi Asal Kanada, Justin Bieber tersandung masalah (foto: Dol. Youtube/Justin Bieber/ CNN Indonesia)

Jakarta, NewMalangPos – Menandai comebacknya di tahun 2021 musisi asal Kanada, Justin Bieber, merilis album bertajuk justice. Sayangnya, album ini langsung tersandung masalah hak cipta.  Masalah ini bermula dari gugatan duo elektronik asal Prancis peraih Grammy Awards, Justice, yang menuding tulisan “Justice” di sampul album baru Bieber itu meniru lambang band mereka.

Melansir dari CNN Indonesia, Sabtu (20/3), mereka mendasarkan argumen itu dari bentuk huruf “t” dalam Justice yang sama-sama diubah menjadi salib. Tim hukum Justice pun mengirimkan surat resmi ke Bieber. Menurut Manajer Justice, Tyler Goldberg, penggunaan logo itu sebagai hal yang cenderung menipu dan membingungkan konsumen. Bahkan sejak 26 Februari 2021, penggemar Justice sudah mengklaim adanya kemiripan.

“Penggunaan tanda itu ilegal. Anda tak punya izin dari Justice untuk memakai tanda itu. Lebih jauh, karya Bieber juga tak berkaitan, didukung, atau disponsori oleh Justice,” demikian surat tim hukum Justice yang dilihat Rolling Stone.

Pernyataan itu berlanjut, “Penggunaan simbol itu tak hanya ilegal, tapi juga dapat membingungkan pelanggan.”

“Justice menerima banyak pesan yang mempertanyakan kemiripan album Justice Justin Bieber. Mereka bingung [dan berpikir], ‘Apakah ini kolaborasi dengan Justice?'” ucap Goldberg seperti dikutip The Guardian.

Tim manajemen Bieber mengklaim bahwa desain logo itu tak melanggar hak cipta tanda salib Justice.

Namun, Justice mengklaim bahwa tim manajemen Bieber sebenarnya sudah menghubungi mereka pada April 2020 lalu untuk menanyakan desainer pembuat logo mereka. Namun kemudian, tim manajemen Bieber putus komunikasi. (has/cnni/mg2/ley/nmp)

Hubungi kami
New MALANG POS
Selamat datang di New Malang Pos
Ada yang bisa kami bantu?
Exit mobile version