Densus Tangkap Tiga Warga Malang

DIJAGA POLISI: Farras Store rumah sekaligus tempat usaha milik Pasutri dijaga aparat Kepolisian usai penangkapan terduga teroris.(NMP-IPUNK)

MALANG, NewMalangPos – Densus 88 Anti Teror Polri menangkap enam terduga teroris di Jawa Timur, Senin (16/8) lalu. Tiga diantaranya adalah warga Kota Malang. Satu diketahui warga Kecamatan Sukun, sedangkan dua lagi warga Kecamatan Lowokwaru.

Satu warga Kecamatan Sukun diketahui berinisial AF, warga Jalan Klayatan I Kelurahan Bandung Rejosari, berdasarkan identitas KTP yang diamankan. Terduga AF ditangkap di Karanganyar Jawa Tengah. Tim Densus Senin malam sudah menggeledah rumahnya.

Sementara dua warga Kecamatan Lowokwaru merupakan pasangan suami istri (Pasutri). Mereka ini asal Jombang. Sudah tujuh tahun tinggal di Kota Malang.

Baca Juga :  Jangan Tolak Jenazah ODGJ

Pasutri ini berinsial CA, 41 dan istrinya LF, 38. CA ditangkap sepulang salat Dzuhur di Musala dekat rumahnya. Sedangkan istrinya di rumahnya Jalan Joyo Utomo Kelurahan Merjosari. Keduanya mengelola bisnis mainan dan aksesoris bernama Farras Store.

“Keenam terduga teroris tersebut antara lain dari Lamongan, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, Jombang dan Malang,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Ia menjelaskan, terduga pelaku saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Hingga Selasa (17/8) kemarin belum bisa dipastikan status mereka. “Semua masih ditangani Densus 88. Nantinya akan disampaikan langsung oleh Mabes Polri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua Warga Tumpang Dijebloskan Penjara

Ketua RT04 RW04 Kelurahan Merjosari Hariyono mengatakan, selama tinggal di Malang tidak menaruh rasa curiga. Karena setiap hari interaksi Pasutri itu, bagus layaknya warga kampung pada umumnya dan terbilang tipe orang terbuka.

Mereka berdua dikenal sosok yang baik. Bahkan dalam kegiatan sosial, seperti kerja bakti CA sangat aktif. “Dia juga sangat baik dengan warga, sering memberikan bantuan langsung atau ke tempat ibadah,” tuturnya.

Hariyono tidak menyangka bahwa CA terduga teroris, sebagai penggalangan dana untuk mendukung kegiatan terorisme. Sepengetahuannya CA memang aktif membuka lembaga amil zakat serta penyalur bantuan atau donasi.

Baca Juga :  Mayat Pria Ditemukan Terapung di Rolak Kedungkandang

“Memang setahu kami aktif mengajak masyarakat beramal melalui lembaga amil zakat yang dikelolanya,” katanya.

Lebih lanjut, dijelaskannya bahwa beberapa tahun lalu, CA sempat membawa jamaah dari lembaga amil zakat yang dikelolanya melaksanakan pengajian. Akan tetapi sejak 2019, CA sudah tidak lagi melaksanakan hal tersebut.

“Mereka tidak tertutup dengan warga. Juga jarang keluar rumah, bahkan kerjanya dari usaha aksesoris di rumahnya itu,” tambahnya.(lin/rex/agp)

artikel Pilihan