Daya Tampung SMA/SMK se-Jatim Hanya 37 Persen dari Total Kelulusan SMP

4
SOSIALISASI: Dinas Pendidikan Pemprov Jatim menggelar sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021 di hotel Batu Suki Kota Batu, Senin (5/6) malam.(NMP/KERISDIANTO)

KOTA BATU, NewMalangPos – Dinas Pendidikan Pemprov Jatim menggelar sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021 di hotel Batu Suki Kota Batu, Senin (5/6) malam. Pada kegiatan tersebut diikuti oleh Cabang Dinas Pendidikan wilayah kota/kabupaten se-Jatim.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jatim, Wahid Wahyudi bahwa ada lima jalur dalam PPDB tahun ini. Lima jalur tersebut adalah jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, prestasi lomba, prestasi akademik, dan terakhir jalur zonasi.

“Untuk jalur afirmasi kuota 15 persen dan diperuntukan bagi siswa dengan keluarga kurang mampu. Ini termasuk anak buruh dan disabilitas ringan. Perbedaannya untuk disabilitas tahun lalu masuk zonasi, sekarang afirmasi,” ujar Wahid kepada New Malang Pos.

Selanjutnya untuk jalur perpindahan tugas orang tua kuota sebesar 5 persen akan menampung anak tenaga pendidik atau pengajar dan tenaga kesehatan khusus yang menangani Covid-19. Kemudian jalur prestasi lomba menampung kuota 5 persen.

“Jalur prestasi lomba ini bisa lomba yang diikuti pemerintah atau organisasi lembaga mandiri. Berbeda dengan tahun kemarin yang harus bekerja sama dengan pemerintah. Selain itu bagi siswa penghafal Alquran juga bisa masuk dalam jalur prestasi lomba,” bebernya.

Termasuk juga siswa delegasi. Namun nanti ada rumus dan ada skor masing-masing.

Kemudian ada jalur prestasi akademik dengan kuota 25 persen. Di mana jalur ini mengambil nilai rapor pada semester satu hingga lima. Untuk nilai rapor bobotnya 70 persen. Serta ditegaskannya bagi siswa peraih nilai 9 di SMA/SMK satu berbeda dengan SMA lainnya. Sehingga ada indeks yang diambil dari akreditasi sekolah dengan bobot 30 persen.

“Kelima, adalah jalur zonasi dengan kuota 50 persen. Ketentuan ini berbeda untuk SMA dan SMK. Untuk SMA sistemnya masih tetap sama dengan tahun lalu. Sedangkan untuk SMK tahun ini diberlakukan zonasi dengan kuota sebanyak 10 persen. Mengacu dari Permendikbud No 1 Tahun 2021 tentang PPDB.

Mantan Plt Wali Kota Malang ini juga menjelaskan tentang permasalahan domisili untuk jalur zonasi tahun lalu. Kerena itu pihaknya akan memperketat keterangan domisili pada tahun 2021 dengan surat keterangan.

“Yakni surat hanya diberikan pada kondisi tertentu apabila siswa terkena bencana alam, lalu bencana sosial seperti pengungsi dari Sampang. Sedangkan pandemi Covid-19 tidak termasuk karena merupakan bencana non alam,” tegasnya.

Sementara untuk jumlah lulusan dari MTs dan SMP se-Jawa Timur ia mencatat ada 579.599 siswa untuk tahun ini. Jumlah itu tak bisa semuanya masuk dalam kapasitas SMA dan SMK. Pasalnya kuota untuk SMA/SMK negeri hanya 37 persen. Sehingga pihaknya menyadari jika kebijakan apapun patut dimaklumi karena tidak bisa memuaskan semua pihak.

Meski begitu, diungkapnya bahwa kebijakan yang telah disusun adalah yang terbaik dan telah menampung semua aspirasi. (eri/ley)