Datangkan Eks Kiper Timnas U-23 Brasil

TIMNAS: Mantan penjaga gawang Timnas Brasil U-23 Jacsson Antonio Wichnovski akan didatangkan Arema FC ke Malang.

MALANG, NewMalangPos – Arema FC langsung membidik buruan lainnya begitu mengamankan pelatih Eduardo Almeida. Bidikan selanjutnya adalah dua legiun asing asal Brasil, yaitu bek Arthur Cunha dan kiper Jacsson Antonio Wichnovski. Manajemen berencana mengirimkan offering letter (surat penawaran) kepada keduanya.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo menyatakan penawaran itu diajukan Senin (3/5) kemarin. Penawaran tersebut sudah pasti dikirimkan ke Arthur dan sedang diupayakan dikirimkan juga ke Jacsson. Dua pemain di posisi tersebut diprioritaskan untuk segera didatangkan ke Malang.

“Dalam satu dan dua hari ini (Senin 3/5, Selasa 4/5), sesuai dengan arahan direksi, kami mengirimkan tawaran ke dua pemain asing. Ya, walaupun satunya sudah pernah di Arema FC, tapi kami tetap kirimkan juga. Kalau mereka setuju, tawaran itu akan ditandatangani dan dikembalikan ke klub,” ujarnya.

Baca Juga :  Hasil Liga Italia: Milan Bungkam Bologna 2-0

Di antara kedua nama tersebut, hanya Arthur yang tidak asing bagi penikmat sepak bola Indonesia dan penggemar Arema FC. Dia pernah berkostum Singo Edan di musim 2017 – 2019, sebelum dipinjamkan ke Persipura Jayapura di musim 2020 dan berlabuh ke salah satu klub di Malta, Sliema Wanderers satu musim setelahnya.

Sedangkan nama Jacsson masih tidak familiar. Jangankan di kalangan penggemar Arema FC, penikmat sepak bola Indonesia juga tidak begitu kenal dengan kiper berpostur 189 cm itu. Maklum, sejak memulai karier sepak bolanya di 2011, Jacsson hanya semusim meninggalkan Brasil untuk merantau di Bolivia. Setelah itu, bahkan sampai sekarang, ia tetap berkompetisi di Brasil.

Ruddy mengakui nama ini menjadi daftar buruan Arema FC melalui rekomendasi agen dan hasil analisis video.

Baca Juga :  Matahari Nyerah, Rogoh APBD Bangun PBM

“CV kiper ini terbilang berkualitas, jadi kami tidak asal cari pemain asing. Ada juga beberapa video dirinya saat bertanding. Agennya juga meyakinkan kami bahwa dia tidak mengecewakan,” kata dia.

Jacsson memang pernah masuk timnas Brasil U-17 dan Brasil U-23. Namun, ia bukan kiper pilihan pertama. Selain itu, Jacsson sempat sekali mencicip pertandingan di kasta Serie A Brasil bersama Internacional saat usianya 22 tahun. “Harapannya yang ini segera dibalas. Jadi kami langsung bisa mengajukan visa biar segera keluar, baru beli tiket,” papar Ruddy.

Sementara itu, asisten pelatih Arema FC Kuncoro berpendapat bahwa penialaian pemain melalui video tidak bisa menyeluruh. Hal ini pernah terjadi ketika dia menganlisis video Bruno Smith sebelum bergabung dengan Arema FC. Oleh karena itu, ada baiknya pelatih bisa melihat langsung kemampuan pemain.

Baca Juga :  Pemuda Harus Hebat!

“Kalau video kan pasti yang ditampilkan yang bagus-bagus saja. Sementara pemain itu kan kompleks, ada aspek yang tidak bisa dinilai dari video saja. Penilaian juga bisa keliru kalau hanya melihat satu atau dua pertandingan,” terangnya.

Pemilihan pemain yang pernah bermain di Indonesia bisa jadi nilai tambah. Sekalipun tanpa video, pengamatan langsung pelaku sepak bola bisa jauh lebih tepat. Walaupun demikian, Kuncoro yakin proses perburuan kiper asing kali ini melibatkan pelatih kiper Felipe Americo yang lebih paham di posisi tersebut.

“Untuk yang kiper, manajemen mungkin sudah sempat konsultasi dengan Felipe. Atau mungkin juga ada koneksi pelatih di sana yang mengakui kualitasnya. Tapi tetap saja, karakter pemain tidak bisa dinilai hanya dari video youtube,” tegas dia. (abr/jon)