Dampak Pada Tubuh Yang Kesepian

8
Ilustrasi: Kadang seseorang ingin cepat dalam upaya turun berat badan. Terdapat sejumlah cara turun berat badan dalam 1 minggu yang bisa mulai dilakukan. (Foto: Istockphoto/ Otortion/CNN Indonesia)

NewMalangPos – Masa pandemi Covid-19 telah berdampak ke banyak hal, termasuk merasa kesepian. Pasalnya, pandemi ini membuat orang harus membatasi interaksi secara langsung dan berkegiatan secara bebas demi mencegah penyebaran virus.

“Kesepian adalah epidemi. Kita adalah masyarakat yang paling terhubung secara sosial, tapi begitu banyak orang yang mengalami kesepian yang ekstrem,” demikian kata psikolog Amy Sullivan, dikutip dari Cleveland Clinic.

Bagaimana rasa kesepian bisa menyakitkan?

Merasa kesepian adalah pengalaman tidak menyenangkan yang juga memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang.

“Kami tahu dengan jelas bahwa duduk, merokok, dan obesitas terkait dengan penyakit kronis,” kata Sullivan.

“Tapi saya menganggap kesepian sebagai faktor risiko lain untuk kondisi kesehatan kronis.”

Sullivan mengatakan bahwa kesepian tidak sama dengan isolasi sosial. Ini lebih tentang bagaimana Anda memandang tingkat keterhubungan Anda dengan orang lain.

“Seseorang yang terisolasi secara sosial dan tidak memiliki banyak kontak sosial mungkin tidak merasa kesepian sama sekali, tetapi orang lain mungkin merasa kesepian bahkan ketika mereka dikelilingi oleh banyak orang,” katanya.

Apa yang terjadi pada tubuh saat Anda kesepian?

Sullivan mengatakan saat mengalami kesepian, kadar kortisol atau hormon stres orang akan meningkat. Hal itu bisa berdampak buruk pada kesehatan.

“Kortisol dapat merusak kinerja kognitif, mengganggu sistem kekebalan, dan meningkatkan risiko masalah pembuluh darah, peradangan, dan penyakit jantung,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kesepian juga merupakan faktor risiko masalah kesehatan mental yang lebih serius seperti depresi dan kecemasan.