Customer Otomotif Wait and See

MALANG, NewMalangPos – Belum lama menikmati perpanjangan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100 persen pada kendaraan kapasitas 1500 cc, industri otomotif harus kembali bersabar.

Sejak diberlakukannya PPKM Darurat pada awal Juli lalu showroom mobil di Malang tutup, alhasil penjualan pun merosot.

Diungkapkan oleh  Kepala Cabang Auto2000 Malang Sukun, Luqman Hakim penjualan di bulan Juli mengalami penurunan sekitar 30 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan tersebut akibat adanya PPKM Darurat sehingga customer memilih untuk wait and see.

“Turunnya sekitar 30 persen, penyebabnya karena customer menunggu situasi PPKM dan pergerakan ekonomi saat ini, sebagian customer kami juga wait and see,” ungkap Luqman.

Baca Juga :  BPR Lestari Jatim, Raih Kinerja Positif Triwulan I 2021, Bukukan Aset Rp 354 Miliar

Padahal di bulan Juni industri otomotif tengah tersenyum mengingat relaksasi PPnBM 100 persen diperpanjang hingga Agustus 2021 dari rencana semula berakhir Mei 2021. Harapan adanya keringanan pajak akan meningkatkan penjualan dan mengembalikan geliat ekonomi pun harus pupus akibat adanya pembatasan kegiatan masyarakat.

Dijelaskannya selama adanya relaksasi PPnBM 100 persen penjualan Auto2000 Malang Sukun sempat naik hingga 200 persen. Selama periode Maret-Mei penjualan mencapai 62 unit setiap bulannya, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat hanya ada penjualan 25 unit per bulan.

Baca Juga :  BRI, Total Simpanan Rp 1,2 Triliun, Agen BRILink Kian Menjanjikan

Menurutnya, penjualan kembali merosot sejak PPKM diterapkan. Hal ini sejalan dengan aktivitas offline yang terbatas, banyak penyekatan sehingga calon customer memilih menunggu keadaan membaik

“Tapi perusahaan tetap ikut aturan yang dicanangkan pemerintah, termasuk membatasi aktivitas, showroom kami tutup dan karyawan Work From Home. Namun bengkel masih buka dengan personil hanya 25 persen ini untuk melayani emergency service,” tegasnya.

Sementara itu, PT Sun Star Motor Malang selama PPKM Darurat berlangsung showroom tutup. Meskipun demikian penjualan unit tidak terkendala cukup signifikan, pasalnya promosi online tetap digencarkan dan cukup efektif menarik minat masyarakat melakukan pembelian secara online.

Baca Juga :  Kopi Kane, 100 Persen Kenalkan Kopi Malang

Supervisor Marketing PT Sun Star Motor Malang, Devry Anggriawan mengatakan, secara spesifik merk kendaraan penumpang Mitsubishi antusias pembeli tidak mengalami penurunan yang signifikan. Respon pasar masih cukup baik khususnya di area Malang Raya dan sekitarnya.

“Justru malah kendala kami adalah produksi yang belum bisa maksimal sehingga tidak bisa memenuhi permintaan pasar sepenuhnya. Makanya banyak customer kita yang harus melakukan inden,” terang Devry. (lin/jon)

Pilihan Pembaca