Cuci Jeroan Sapi Kurban, Warga Kediri dan Tuban Tenggelam

Petugas SAR gabungan ketika melakukan pencarian tubuh korban yang hilang tergulung ombak laut.

MALANG, NewMalangPos – Seorang santri terseret ombak laut utara Tuban. Korban bernama Muhamad Ridwan itu terseret ombak saat mencuci jeroan sapi kurban. Peristiwanya terjadi Selasa (20/7) sekitar pukul 11.00.

Korban mencuci jeroan sapi kurban di pesisir pantai Desa Sukolilo, perbatasan Tuban (Jatim)-Rembang (Jateng) bersama teman-temannya. Korban adalah warga Desa Waleran, Kecamatan Grabagan, Tuban. Ia merupakan santri Pondok Pesantren Ma’hadul Ulum Asy-Syar’iyyah.

Teman-teman korban berusaha menolong namun tak kuasa. Hingga akhirnya mereka meminta tolong warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Bancar, Tuban.

Camat Bancar, Sutaji S membenarkan peristiwa itu. Tim Muspika, Polair Polda Jatim dan BPBD Tuban melakukan pencarian di lokasi kejadian. “Satu orang korbannya, terseret ombak saat cuci jeroan kurban bersama teman-temannya,” jelas Sutaji.

Namun pencarian tidak butuh lama, Rabu (21/7) kemarin jazad korban ditemukan oleh tim gabungan dari Polair, TNI AL, dan BPBD Tuban. Jasad korban tersangkut jaring yang dipasang nelayan.

“Jadi tadi tim gabungan dari personel Polair, TNI AL dan BPBD mendapat kabar dari warga saat lakukan pencarian di tengah laut. Ada mayat tersangkut jaring. Sehingga kita tindaklanjuti dan ternyata korban santri yang kita cari ditemukan,” jelas Kapos Polair Tuban Bripka Joko Nurcahyo.

Ia menambahkan, proses pencarian dilakukan mulai pukul 07.00 WIB. Sekitar 30 menit kemudian jenazah korban ditemukan. Jenazah langsung diangkat petugas dan santri lainnya menuju ke Pondok Pesantren Ma’hadul Ulum As’syaria’ah, Kecamatan Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

Sementara itu, di Kediri warga juga hanyut di Sungai Brantas saat mencuci daging kurban. Yakni Ismail, 19, warga Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo. Peristiwa terjadi Selasa (20/7) pukul 09.45.

Kapolsek Mojo AKP Priyono bersama anggotanya langsung meluncur ke lokasi. Menurut keterangan saksi bernama Satria, 19, Dani, 19 serta Daril, 17, korban hanyut saat mencuci jeroan daging kurban di Sungai Brantas.

“Kami lakukan pencarian bersama petugas BPBD. Untuk sementara korban masih belum kami temukan. Kemungkinan korban tertarik arus Sungai Brantas yang ada di bawah yang deras. Menurut saksi, korban sempat berenang bolak balik lalu tenggelam,” terangnya.

Basarnas Trenggalek yang menerima laporan langsung melakukan pencarian menggunakan perahu menyisir sungai. Penyisiran dimulai dari titik jatuhnya korban hanyut hingga radius lima ratus meter. Namun petugas terkendala derasnya arus Sungai brantas.

“Jadi masih di sekitaran lokasi kejadian, kita turun kurang lebih 500 meter kemudian kita naik lagi turun lagi dengan metode kita membuat ombak-ombak dengan perahu karet seperti itu. Kendala yang kita hadapi seperti biasanya kalau di sungai arusnya cukup deras. Kemudian kedalaman bervariasi ada yang dalam ada yang dangkal itu yang menyulitkan kami,” jelas Komandan Regu Basarnas Trenggalek, Andris Prasetyo.(sun/bdh/agp)