Cetak Santripreneur Pesantren Berdaya

BERSAMA SANTRI: Wali Kota Malang Sutiaji bersama para santri PP Sabilurrosyad, Karangbesuki. (foto diambil sebelum masa pandemic Covid-19).

NEW MALANG POS, MALANG – Kemandirian menjadi modal utama santriawan dan santriwati saat ini. Menjadi santri yang dapat menguatkan ekonomi sebuah daerah kini menjadi tujuan dan harapan. Dengan mengembangkan semangat santripreneur dan pesantrenpreneur.

“Sangat bagus dan kita harapkan. Saat ini santriawan-santriwati harus independen. Jangan tekstual. Nilai-nilai kesantrian tetap harus diimplementasikan dimanapun. Tetapi juga secara ekonomi harus bisa mandiri jangan bergantung pada orang lain,” kata Wali Kota Malang Sutiaji jelang peringatan Hari Santri Nasional.

Sesuai dengan tema Hari Santri Nasional tahun ini, “Santri Siaga Jiwa dan Raga” ia berharap para santri dapat mengembangkan inovasi dan kontribusi untuk membantu penguatan ekonomi daerah. Khususnya di Kota Malang.

Baca Juga :  Pohon Ditebang, DPUPRPKP Mulai Persiapan Pembangunan Jalan Jonge Tembus Sulfat

Hal ini menjadi nilai juang yang selama ini dipegang oleh kalangan santri. Jika dahulu, lanjut Sutiaji, perjuangan para santri melawan penjajah atau impereliasme, kini cukup berbeda.

“Saat ini tetap berjuang tapi yang dilawan adalah kebodahan dan kemiskinan. Semangat juang para santri sekali lagi kita butuhkan untuk bebas dari ‘musuh-musuh’ negara itu,” papar alumnus IAIN Malang ini.

Sejalan dengan apa yang dilakukan pemerintah pusat saat ini, yakni pemulihan ekonomi, para santri seluruh Indonesia pun diharapkan melakukan hal yang sama. Pemkot Malang pun turut membantu dan mendukung.

Baca Juga :  Teladani Perjuangan Pahlawan TRIP

Termasuk program one pesantren one product (OPOP). Santri dan dan pesantren di Kota Malang ada yang masuk dalam semifinal OPOP Jatim Award 2021.

“Kita kerjasama juga dengan Kemenag untuk channeling (menyalurkan) atau memasarkan produk-produk dari Ponpes ini. Ini yang terus kita dorong, Ponpes bisa mandiri secara ekonomi,” tegas pria kelahiran 1964 ini.

Sementara itu atas prestasi yang diraih dua Ponpes dalam OPPOP Jatim Award, PP Bani Syihab dan PP Darul Falah, Sutiaji mengapresiasi dan meminta ponpes lain mencontoh upaya yang sudah diberikan dua ponpes ini.

Baca Juga :  Naik Kelas, RSIA Rumkitban Jadi RS Bhirawa Bhakti

Kedepan ponpes-ponpes yang memiliki core bisnis usaha, akan diberikan pembinaan hingga pelatihan lebih untuk mendukung program pesantrenpreneur lebih massif di Kota Malang.

Menambahkan, Kabag Kesra Pemkot Malang Drs HM Mabrur mengungkapkan, Pemkot Malang secara khusus memberikan apresiasi dan akan mengupayakan program dukungan lebih pada Ponpes ke depannya.

“Kita tahu sendiri banyak Ponpes yang bikin usaha sendiri, UMKM muncul dari Ponpes. Ini sangat baik untuk pemulihan ekonomi kita. Untuk itu kita sangat mengapresiasi. Nanti kita akan secara rutin silahturahmi ke Ponpes,” ungkapnya. (ica/aim)

artikel Pilihan