Buru Narkoba, Dapatnya Tawas

3
Petugas sedang memeriksa dan meneliti setiap barang milik warga binaan Lapas Wanita Kelas II A Malang yang tersimpan dalam lemari. (NMP-IST)

Hasil sidak Tim Gabungan BNN Kota Malang dan Polresta Malang di Lapas Wanita Kelas II A Malang

MALANG – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang dan Polresta Malang Kota melakukan sidak ke Lapas Wanita Kelas II A Malang, Selasa (6/4/2021).

Selanjutnya bersama petugas Lapas Wanita, menggeledah setiap kamar warga binaan. Upaya ini untuk mengantisipasi penyelundupan barang terlarang ke dalam area Lapas.

Penggeledahan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 09.00 – 11.00. Petugas menyebar ke seluruh ruangan. Selanjutnya memeriksa satu persatu barang milik warga binaan yang ada di dalam kamar.
“Ada empat blok hunian warga binaan yang dilakukan pemeriksaan. Terutama adalah blok untuk warga binaan kasus narkoba. Setiap kamar dan barang diperiksa untuk mengetahui apakah ada barang terlarang,” ungkap Kepala Lapas Wanita Kelas II Malang, Tri Anna Aryati kepada New Malang Pos.

Selama dua jam pemeriksaan, sama sekali tidak ditemukan adanya peredaran narkotika, ataupun senjata tajam. Petugas hanya menemukan obat-obatan saja.
“Saat penggeledahan di kamar hunian warga binaan, sempat ditemukan dua poket mencurigakan yang berisi bubuk putih. Namun setelah diperiksa oleh BNN Kota Malang dan Polresta Malang Kota, ternyata dua poket plastik itu berisi tawas,” jelasnya.

Bubuk tawas memang diperbolehkan masuk ke lingkungan Lapas, karena sebagai deodoran oleh warga binaan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari pemakaian deodoran berwadah, lantaran rawan sebagai tempat penyelundupan.
“Tiap seminggu sekali, kami lakukan razia. Tetapi untuk kegiatan razia yang melibatkan pihak luar seperti BNN dan Polresta Malang Kota, biasanya kami lakukan setiap tiga bulan sekali,” urainya.

Kepala BNN Kota Malang AKBP Agoes Irianto mengapresiasi positif kegiatan yang dilakukan Lapas Wanita Kelas II A Malang. Harapannya pemeriksaan terus terlaksana dan komunikasi antar semua pihak bisa terus terjalin.
“Sesuai harapan kami, yaitu Indonesia Bersih Narkoba atau Indonesia Bersinar. Perangi segala bentuk dan jenis narkotika,” tuturnya.(rex/agp)