Bulan Depan Disparta Gelar Jambore Desa Wisata

Edukasi wisata pertanian anggrek jadi salah satu paket wisata di Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu yang telah dipaketkan dan mampu menarik wisatawan. (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

Geliatkan Perekonomian Melalui Sektor Pariwisata

KOTA BATU, NewMalangPos – Geliat sektor pariwisata di Kota Batu terus menjamur. Itu karena saat ini banyak berdiri destinasi wisata buatan, alam, hingga jasa akomodasi perhotelan dan pelaku UMKM. Tak terkecuali dengan desa/kelurahan wisata.

Menjamurnya desa wisata yang cukup banyak membuat kunjungan wisatawan ke Kota Batu cukup tinggi. Meski dalam keadaan pandemi kunjungan wisatawan mengalami penurunan. Untuk kembali menggeliatkan kunjungan wisatawan, khususnya di Desa/Kelurahan Wisata Dinas Pariwisata Kota Batu akan menggelar Jambore Desa Wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Baru Arief As Siddiq mengatakan menyampaikan bahwa pihaknya bakal membuat terobosan agar masyarakat desa/kelurahan di Kota Batu berpartisipasi dan merasakan hasil dari geliat sektor pariwisata, khususnya desa wisata. Yakni dengan menggelar Jambore Desa Wisata yang direncanakan berlangsung bulan Juni.

“Program Jambore Desa Wisata kemungkinan akan digelar bulan Juni depan. Kami sudah sampaikan dalam R-APBD 2021. Semoga ketika tak ada kendala program ini bisa terealisasi bulan depan agar mampu memulihkan dan menggeliatkan perekonomian masyarakat di Kota Batu,” ujar Arief kepada New Malang Pos Kamis (27/5) kemarin.

Baca Juga :  Tolak Vaksin Ada Sanksi Administratif dan Denda

Lebih lanjut, ia menerangkan program tersebut memiliki semangat konsolidasi antar pelaku desa/kelurahan wisata atau jasa wisata dari berbagai daerah yang diundang di Kota Batu. Selain itu kemungkinan akan digelar perlombaan.

“Karena akan berlangsung dua tiga hari, konsepnya peserta Jambore Desa wisata akan stay di salah satu desa wisata yang saat ini masih kami bahas. Kemudian mereka juga akan kami ajak beberapa desa wisata dan melihat potensi yang ada untuk selanjutnya dipromosikan kepada wisatawan,” bebernya.

Mantan kepala DLH Kota Batu ini menerangkan bahwa jambore desa wisata merupakan upaya Disparta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata di Kota Batu. Karena itu pihaknya meminta seluruh pemerintah dan masyarakat di 24 desa/kelurahan untuk membuat paket desa wisata.

Baca Juga :  Prioritas Pembinaan Atlet, Usulkan Rp 8,7 Miliar

Pihaknya mencatat saat ini ada beberapa paket desa wisata yang suda berjalan. Diantaranya seperti di Desa Pandanrejo dengan petik stroberi, Desa Sidomulyo dengan pertanian bunga hias, Desa Gunungsari dengan potensi petik mawar dan edukasi peternakan susu. Juga di Kelurahan Dadaprejo dengan pertanian anggreknya.

Sementara itu, Kades Pandanrejo Abdul Manan menyampaikan bahwa pihaknya jauh hari telah memoles Desa Wisata Lumbung Stroberi. Di tempatnya semula hanya memiliki paket petik stroberi.

Seiring berjalannya waktu dan kemauan warga dalam hal ini petani stroberi bisa memberikan edukasi kepada wisatawan. Dari menanam, merawat, hingga panen. Serta cara mengolah produk turunannya.

“Melalui pengembangan-pengembangan itulah ada daya tarik sendiri dan menambah nilai ekonomi. Secara tak langsung pertanian strowberi sebagai kearifan lokal tetap terjaga atau warga yang bertani tetap bertani, tapi memiliki nilai jual lebih tinggi dari menjual proses tersebut,” paparnya.

Baca Juga :  PAD Kota Batu Masih 32,69 Persen

Manan menyampaikan sebagai salah satu desa yang masuk kategori Desa Wisata Maju atau memiliki inovasi dan ada wisatawan yang berkunjung secera berkelanjutan. Ia bakal melakukan pengembangan lebih lanjut melalui paket wisata.

“Saat ini sebagai desa wisata petik stroberi kami tengah mengembangkan paket wisata. Yakni dengan menawarkan potensi yang ada di Pandenrejo seperti air terjun Coban Lanang, Tubing, dan Kuliner Kali Lanang,” bebernya.

Dengan adanya paket dan dikelola oleh Bumdes, kami berharap ke depan bisa jadi desa wisata yang mandiri. Artinya sudah bisa menghidupi dirinya sendiri dan tidak tergantung pada bantuan pemerintah.

“Targetnya tahun 2021 bisa jadi mandiri. Ini bisa terwujud jika masyarakat jadi pelaku dan bukan penonton,” pungkasnya. (eri/jon)

artikel Pilihan