Bukti Sepakbola Kembali Bergulir

9
foto: Stenly/NMP

SOLO, NewMalangPos – Sepak bola di Indonesia resmi digelar kembali. Meski diawali dengan agenda pramusim bertajuk Piala Menpora 2021, helatan yang dinantikan setahun lebih ini dimulai di Stadion Manahan Solo, Minggu (21/3) sore.

Sebelum laga Arema FC versus Tira Persikabo yang berlanjut dengan pertandingan PSIS Semarang vs Barito Putera, seremonial pembukaan dilakukan.

Menpora Zainudin Amali turut hadir, selain Ketua Umum PSSI M. Iriawan. Lalu ada pula jajaran Forkopimda di Solo yang turut mendukung helatan Piala Menpora 2021.

“Kita patut bersyukur setelah sepak bola setahun berhenti,” ujar Ketua Umum PSSI M. Iriawan.

Ia mengatakan, sekalipun sukses digelar, ada komitmen khusus yang harus dilakukan, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan. Menurut dia, sebelumnya sudah ada percobaan pertandingan yang menerapkan prokes, yakni Timnas U-22 melawan Tira Persikabo dan Bali United.

“Hari ini momen yang betul-betul spesial karena sepak bola kembali bergulir. Saya yakin, turnamen pramusim ini akan berjalan lancar dan sukses,” yakin pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Dia pun berharap, seluruh suporter di tanah air mendukung turnamen ini dan mengikuti regulasi yang ada, baik dari pemerintah maupun federasi. Yakni dengan melihat pertandingan di rumah saja, di televisi. Tanpa ada agenda nobar apalagi ke stadion.

“Piala Menpora adalah ujian bagi federasi (PSSI) apakah bisa lolos melaksanakan prokes atau tidak,” tuturnya.

Ia pun berharap, suporter terus mendukung kelancaran agenda Piala Menpora 2021. Yakni dengan tidak datang ke stadion atau menggelar nobar. Berdasarkan laporan yang dia terima, kondisi di Solo pun relatif lancar.

“Saya yakin teman-teman suporter di tanah air mengikuti regulasi pemerintah dan federasi. Nonton di rumah saja,” tambahnya.

Ketua Organizing Committee Piala Menpora yang juga Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Ahmad Hadian Lukita bersyukur laga berlangsung lancar. Protokol kesehatan pun diakuinya mendapatkan pujian. “Kami sudah sesuai protap. Mulai dari kedatangan, ada prosedur swab bagi tim di hotel dan semua yang masuk pun harus diswab,” papar dia.

Ia mengakui, dalam setiap even pasti ada evaluasi. Secara sekilas, ia menilai di hari pertama ada hal yang dinilai kurang. “Kami perlu orang lebih banyak untuk mengatur flow tamu. Karena ada orang yang wira-wiri, memastikan tamu sesuai yang diundang,” tandas dia. (ley)