BST Kemensos Rp 600 Ribu Cair ke 14.644 Warga Kota Malang

Warga Kota Malang yang masuk dalam KPM (Keluarga Penerima Manfaat) bansos Kemensos RI berjumlah 14 ribu lebih sudah mulai menerima bansos di Kantor Pos Malang.( IPUNK/NMP)

MALANG, NewMalangPos – Sejak Minggu (18/7/2021) akhir pekan lalu, BST (Bantuan Sosial Tunai) program Kemensos RI dicairkan kepada 14 ribu lebih penduduk Kota Malang.

Nilai bansos ini adalah Rp 600 ribu per KPM (Keluarga Penerima Manfaat) untuk dua bulan pencairan yakni Mei dan Juni, masing-masing Rp 300 ribu per bulannya.

Pencairan BST Kemensos RI ini dilakukan melalui Kantor Pos Indonesia yang kemudian dialirkan ke kantor-kantor kelurahan di Kota Malang. Lokasi pencairan BST ini dilakukan di seluruh kantor kelurahan tapi bisa juga diambil di Kantor Pos Malang untuk beberapa kelurahan yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Didukung 45 Mesin Baru, Gubernur Khofifah Resmikan Unit Hemodialisa RSSA Malang

Menurut pantauan New Malang Pos, Rabu (21/7) pagi hingga siang, warga masih terlihat melakukan pencairan di Kantor Pos Malang. Wakil Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Malang Muhammad Budiono menjelaskan total KPM penerima Bansos Kemensos untuk wilayah Kota Malang totalnya sebanyak 14. 644 KK.

“Syarat pengambilan adalah datang sendiri dengan membawa KTP dan KK. Jika tidak bisa datang bisa diwakilkan oleh orang yang ada dalam satu KK,” tegas Budiono beberapa saat lalu.

Ia menjelaskan sebagian besar BST sudah dicairkan dan diterima KPM. Sebagian kecil yang belum menerima terjadi akibat beberapa alasan. Seperti sedang Isolasi Mandiri (Isoman), sakit atau keadaan lainnya.

Baca Juga :  Helwa Aesthetic Center Beri Bantuan Anak YPAC

Budiono mengatakan bagi masyarakat yang sakit atau sedang isoman juga yang difabel, Kantor Pos Malang bisa memfasilitasi dan mengantarkan BST tersebut ke kediaman KPM yang dimaksud.

“Kita antar bagi mereka yang sakit, isoman dan difabel. Yang belum ambil, karena hri ini terakhir dan kalau sudah lewat hari ini masih bisa ambil. Tapi ambilnya di Kantor Pos, sampai 31 Juli tenggatnya,” pungkas Budiono. (ica/ley)