BPBD Rampung Bagikan 125 Ribu Masker

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang merampungkan tugas membagikan 125 ribu masker.(NMP-IPUNG PURWANTO)

MALANG, NewMalangPos – Di hari kelima pelaksanaan Gerakan Mobil Masker yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang berhasil merampungkan tugas. Yakni membagikan 125 ribu masker pada Selasa (14/9) hari ini.

BPBD Kota Malang yang mengerahkan sebanyak 30 personel ini dibagi menjadi sepuluh mobil untuk bertugas di setiap kecamatan. Dari 125 ribu masker itu, maka setiap kecamatan dibagikan sebanyak 25 ribu masker. Sasarannya adalah pedagang kaki lima (PKL), ojek online, pasar, tempat ibadah dan masyarakat umum.

Baca Juga :  CEO Arema FC: Selamat Jalan Rektor ITN Penuh Inovasi

“Kota Malang mendapatkan 125 ribu, jadi per kecamatan dibagi 25 ribu. Hari ini terakhir kita selesai membagikan, karena kita sudah mulai sejak Jumat kemarin,” jelas Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Budang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Cornellia Selvyana Ayoe kepada New Malang Pos, usai merampungkan pembagian masker.

Lebih jauh, wanita yang akrab disapa Selvy ini mengatakan, perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan ini ditengarai mengalami penurunan. Oleh karena itu program dari BNPB ini dikatakannya sangat tepat supaya tidak terjadi lonjakan Covid-19.

Baca Juga :  Selangkah Lagi Final!

“Sepertinya memang begitu (prokes kendor, red). Jadi memang sangat butuh, karena untuk mencegah dan mengatasi supaya tidak naik level,” tegasnya.

Oleh karena itu, dengan adanya masker gratis itu, diharapkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan bisa terus dilakukan. Karena untuk saat ini, protokol kesehatan masih merupakan langkah yang efektif menekan penyebaran virus Covid-19.

“Tetap pakai prokes walau level turun. Kita kembalikan ke masyarakat untuk kesadaran masyarakat tentang kesehatan dari virus ini. Harapannya masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan itu saja. Karena kita sudah turun level ya tetap harus dijaga sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya. (ian/jon/nmp)

Pilihan Pembaca