Bobot Badan Kapal Terlalu Berat, Kapal China Gagal Angkat Anjungan KRI Nanggala-402

KRI Bontang-907 berlayar menuju Dermaga Lanal Banyuwangi usai pencarian KRI Nanggala-402 di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/4/2021). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Jakarta, NewMalangPos — TNI Angkatan Laut sempat berusaha mengangkut bagian anjungan kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali. Namun, upaya tersebut masih belum berhasil.

Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan upaya itu dilakukan dengan kerja sama pihak militer China. Bagian tersebut gagal diangkut lantaran bobot badan kapal terlalu berat.

“Sudah beberapa kali ini, kapal Tan Suo [milik China] mencoba melaksanakan pengangkatan sail atau anjungan,” kata Iwan dalam konferensi pers, mengutip CNN Indonesia, Selasa (18/5).

Baca Juga :  Kasus Prostitusi Artis TA, Polisi Periksa Pramugari Anak Asuh Muncikari

Semula, kata dia, pihak militer China memprediksi bahwa berat bagian kapal tersebut 18 ton. Bagian tersebut diangkut menggunakan teknologi robot.

Baca juga: Welcome to Bumi Arema, Eduardo Almeida!

Metodenya, kata dia, pihak China memasang sejumlah sling atau alat bantu angkut di beberapa titik yang dapat menahan berat sekitar 18 ton itu. Namun demikian, upaya tersebut tak berhasil.

“Pakai sling, dikaitkan di mana-mana tempatnya itu untuk mengangkat. Hari pertama pengangkatan setelah pasang-pasang semua, sudah oke, dipasang, putus sling-nya, tidak mampu,” ucapnya.