BMH Launching Rumah Quran

3
Manajer Operasional BMH Jatim Gerai Malang, Lukman Hakim (Dua dari kiri) ikut serta dalam launching Rumah Quran Al Ihsan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.( IST/NMP)

MALANG, NewMalangPos – LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur Gerai Malang resmi melaunching Rumah Quran di sekitar Ponpes Al Ihsan, Kecamatan Bululawang, Sabtu (29/4) kemarin.

Rumah Quran tersebut merupakan program dari BMH Jatim yang menargetakan sebanyak 114 Rumah Quran di seluruh wilayah Jawa Timur. Di wilayah Malang Raya, Rumah Quran tersebut yang perdana dari lima Rumah Quran yang ditargetkan dibangun.

“Kita insya Allah ada 114 untuk target pembangunan Rumah Quran di seluruh Jawa Timur. Alhamdulllah kita selesai pembangunan Rumah Quran di pesantren Al Ihsan Bululawang dengan tujuan memberikan pencerahan kepada anak anak disekitar di pesantren itu. Khusus di Malang ditarget ada 5 dalam satu tahunnya. Memang kita launching gregetnya di bulan Ramadan supaya ada nilai keberkahan,” ujar Manajer Operasional BMH Jatim Gerai Malang, Lukman Hakim kepada New Malang Pos.

Program Rumah Quran tersebut menyasar pada anak-anak yang belum mendapatkan ilmu di pesantren. Terlebih bagi anak anak di pelosok yang sulit mengakses pendidikan.

“Kami memang target bukan di pesantren ya. Cuma kebetulan pas di Bululawang ini pas di lingkungan pesantren. Jadi yang kita target memang daerah pelosok atau yang tidak ada rumah quran kita dirikan. Di Al Ihsan ini memang sudah ada pesantren, di Rumah Quran ini kita didik anak-anak di luar santri. Jadi anak anak kampung supaya ada nilai lebih untuk masyarakat sekitar,” imbuh Lukman.

Dalam Rumah Quran tiap anak akan menerima pembelajaran Quran dengan metode khusus yang menyesuaikan tingkatan umur anak. Metode tersebut memang dinilai sangat cocok digunakan untuk anak-anak. Sehingga mudah menyerap ilmu yang disampaikan.

“Nanti ada metode pembelajaran sendiri, sesuai dengan pesantren Hidayatullah. Metode grand MBA (Membaca Belajar Alquran). Metodenya Anak anak ditekankan seperti metode Bayani atau Iqro, istilahnya ada paket sesuai tingkatan umur anak,” jelas Lukman.

Dengan metode yang memudahkan tersebut, Lukman mengatakan, tujuan akhir dari dibentuknya program Rumah Quran dapat terwujud dengan sukses. Semakin banyak hafidz Quran, maka akan memberikan manfaat yang besar pula kepada masyarakat

“Rumah Quran ini mendidik anak anak minimal menguasai Quran dan endingnya nanti bisa ada yang hafidz Quran dan tentu nanti bisa bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat secara umum. Insya Allah berkelanjutan. Harapan kami di lembaga ini kedepan memang seiring bermunculan Rumah Quran masyarakat melek Quran, bisa baca Quran, setelah itu bisa mengaplikasikan dan mempraktekkan supaya  nilai Alquran bisa bermanfaat untuk umat,” tandasnya. (ian/adv/aim)