Blimbing Merana

NEW MALANG POS – November 2021 depan, tepat 11 tahun persoalan revitalisasi Pasar Blimbing terkatung-katung. Rumit meski tidak njelimet. Tidak sulit tapi juga tidak mudah.

Pejabat yang terkait tak mau gegabah ambil risiko. Butuh kehati-hatian dalam memasuki persoalannya. Itu agar tidak salah langkah, apalagi terjebak dalam persoalan hukum. Sempat digugat class action oleh pedagang pada Oktober 2020, tapi akhirnya gugatan ditolak PN Malang pada Februari 2021. Ya itulah gambaran mengapa hingga kini nasib Pasar Blimbing tetap merana.

Bukan hanya tak indah, wajah pasar yang dulu ceria dan termasuk menjadi primadona, kini seperti perawan tua, keriput dan seperti tak punya nyawa. Bukan hanya orang tak mau melihat, tapi justru jadi sumpek setelah mengamatinya dengan detail. Betapa tidak, dari depan, saat melintasi di jalan raya, wajah Pasar Blimbing benar-benar suram. Tak ada ceria-cerianya sama sekali. Ya itu tadi, saya bilang, orang yang melihatnya justru langsung prihatin dan miris. Nelongso!

Kumuh, tak terawat dan atapnya juga sudah tidak karu-karuan berserakan. Ancaman ambruk pun sangat mungkin terjadi bila ada angin besar dan hujan deras tanpa henti mendera. Kawasan pasar becek, jalan dalam pasar rusak parah. Pokoknya hampir secara keseluruhan kondisinya mengenaskan. Tapi semua pihak yang terkait sepertinya tidak bisa melakukan apa-apa. Meskipun sudah ada usaha, tapi belum nyata hasilnya.

Salah satunya karena revitalisasi Pasar Blimbing masih terikat PKS dengan investor. Arief Wahyudi anggota Komisi B DPRD Kota Malang mengatakan tahun 2010 lalu Pemkot Malang sebenarnya sudah meneken PKS dengan PT Karya Indah Sukses (KIS). Saat itu bulan November 2010 pemkot melakukan PKS dengan pertimbangan dewan. Tapi saat mengambil keputusan dengan investor tidak dengan musyawarah, malah justru voting.

Baca Juga :  Ikat Tujuh Pemain

Saat itu, Arif yang juga menjadi anggota DPRD Kota Malang mendapati adanya cacat dalam PKS revitalisasi Pasar Blimbing. Sebab pada PKS itu terdapat penolakan dari pedagang. Mayoritas pedagang di sana tak mau direlokasi. Alasannya karena lokasi relokasinya cukup jauh. Belum lagi rencana pembangunan pasar tersebut juga bakal merubah luasan lapak pedagang.

Dari gambaran persoalan di atas, problem utamanya sepertinya pada komunikasi. Komunikasi segitiga, Pemkot, PT KIS dan pedagang. Tidak tampak upaya kompromi. Tidak tampak upaya mengalah demi kemajuan bersama. Pemkot Malang dituding tidak berunding dengan pedagang saat meneken PKS. Sementara pedagang tidak mau direvitalisasi karena luasan lapak dalam pasar akan berubah. Serta relokasinya jauh yang dikhawatirkan pembeli akan enggan datang untuk berbelanja.

Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa persoalan ini bisa berlangsung dan bertahan sangat lama hingga 11 tahun? Sejak era Wali Kota Peni Suparto, bergeser ke Abah Anton hingga ke Wali Kota Sutiaji, nasib revitalisasi Pasar Blimbing seperti tergantung di awan. Seperti mendung yang diharapkan hujan, tapi tak jelas hujannya kapan.

Rasanya aneh bila tak ada celah sedikit pun untuk melakukan yang terbaik. Karena di atas walikota ada gubernur, di atas ada kementerian, ada KPK yang bisa dimintai konsultasi bila takut melanggar hukum dalam bertindak. Revitalisasi Pasar Blimbing ini sudah preseden buruk bagi masyarakat. Karena yang tampak adalah tidak adanya upaya penyelesaian yang nyata.

Baca Juga :  Sisisihkan Sebagian Gaji untuk Berbagi

Lamanya ketidakjelasan revitalisasi Pasar Blimbing ini juga sulit diterima logika orang awam. Termasuk logika pedagang, yang mayoritas adalah masyarakat. Betapa tidak, meski masih terikat PKS dengan investor, tapi mengapa tidak kelihatan upaya-upaya untuk progress. Kalau pedagang tetap ngotot, mengapa Pemkot dan PT KIS tidak ngotot juga untuk melobi para pedagang.

Harusnya Pemkot dan PT KIS terus berusaha meyakinkan pedagang agar revitalisasi Pasar Blimbing terlaksana. Karena itu sudah program. Itu mungkin lebih baik, daripada kemudian seperti dibiarkan persoalannya tak terurus. Kalau persoalan mungkin tak akan rusak meski dibiarkan lama.

Tapi fisik Pasar Blimbing akan lapuk dan hancur bila tak mendapatkan sentuhan perawatan. Apalagi puluhan tahun. Ya seperti gadis yang awalnya cantik, tiap hari bersolek, dikagumi banyak laki-laki. Tapi kemudian bermasalah, lalu stres. Tak terurus dan menjadi jelek, tua dan tak menarik.

Bila tak ada upaya perawatan yang serius, yakin Pasar Blimbing pelan tapi pasti akan ambruk dimakan usia. Bahkan sampai Wali Kotanya berganti, bisa jadi nasib Pasar Blimbing akan tetap perawan tua yang menyedihkan. Masyarakat makin malas melihat dan mengunjunginya. Bila kondisi ini terjadi, maka yang kasihan juga pedagang. Lebih kasihan masyarakat yang menjadi pembeli di pasar terbesar di wilayah utara Kota Malang ini.

Baca Juga :  BALIHO

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan revitalisasi Pasar Blimbing belum deadlock. Sebab masih ada PKS dengan pihak investor. Opsi pemeliharaan menjadi alternatif daripada harus revitalisasi. Orang nomor satu di Pemkot Malang ini mengaku sedang mengkaji tahap pemeliharaan dari segi hukum.

Sutiaji juga akan meminta bantuan BPK RI supaya prosesnya bisa diawasi dengan baik. Sebab anggaran pemeliharaan senilai Rp 200 juta harus tepat sasaran. Sutiaji juga tak berani melakukan tindakan ekstrem, seperti melakukan pemutusan PKS. Dia lebih memilih untuk menjalin komunikasi dengan investor. Sebab pemutusan PKS juga harus ada legal hukumnya.

Semoga dengan adanya pemeliharaan ini, bisa memperpanjang nasib bangunan Pasar Blimbing. Sebagai pejabat politis, walikota tentu tidak akan begitu saja ambil risiko. Dalam melangkah pasti menerapkan prinsip kehati-hatian. Itu yang membuat persoalan ini bisa sebegitu lama tak ada kejelasan. Tapi sebagai pemimpin rakyat, yang dipilih oleh rakyat, walikota juga seharusnya berani ambil risiko untuk menyelamatkan warganya. Tentu risiko yang paling aman dan dilindungi hukum.

Juniardi, motivator handal mengatakan masalah adalah peluang. Dan peluang adalah uang. Pasar Blimbing saat ini memang masih bermasalah. Siapa yang berani ‘membeli’ (baca menyelesaikan) masalah yang ada di Pasar Blimbing dia yang bakal punya tempat dan bakal punya kans dipilih menjadi wali kota Malang 2024. Pasar Blimbing adalah kesempatan. Pasar Blimbing adalah tantangan dan Peluang. Jangan biarkan ambruk tanpa penyelesaian. Siapa yang berani, mungkin dialah pemenangnya.(*)

artikel Pilihan