Pandemi 2020, Uber Rugi 6.8 Miliar Dolar

Foto : CNN.com

NewMalangPos-Kerugian selama setahun penuh pada tahun 2020 yang dilaporkan Uber mencapai nominal 6.8 miliar Dolar Amerika. Hasil yang dilaporkan itu sebenarnya merupakan penurunan kerugian yang signifikan jika dibandingkan pada tahun 2019.

Tahun 2019 lalu, Uber tercatat menjual usahanya yang menghabiskan banyak dana, memotong staff dan fokus dengan “pertumbuhan yang menguntungkan”.  Perusahaan melaporkan kerugian sebesar 968 Juta pada tiga bulan terakir di tahun 2020, termasuk 236 juta Dolar Amerika kerugian untuk biaya komenpensasi saham. Hal ini merupakan hal yang baik karena turun hampir 1,1 miliar Dolar Amerika dari tahun sebelumnya.

“(Uber) berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan yang menguntungkan di 2021,” ungkap CFO Uber Nelson Chai seperti yang di lansir dari CNN Business.

Uber melihat beberapa peningkatan dari kuartal ketiga tahun lalu, hanya saja mereka masih mengalami penurunan pendapatan dikarenakan dampak pandemi yang sedang berlangsung pada perputaran roda bisnisnya. Uber membukukan pendapatan 3,2 miliar untuk kuartal keempat.

Dalam keberhasilannya menurunkan jumlah kerugian, Uber terus mengandalkan “Eats” bisnis pengiriman makanannya yang meningkat sebanyak 224 persen pada kuartal keempat. Uber telah bekerja keras untuk meningkatkan layanan pengirimannya pada beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Juli, Uber telah berhasil mengakuisisi salah satu pesaing pengiriman makanannya Postmates seharga 2,65 miliar Dolar AS. Dilanjutkan dengan pengumuman rencana mengakuisisi startup pengiriman alkohol Drizly pada minggu lalu.

Kegembiraan akuisisi terjadi ketika Uber telah meninggalkan ambisinya yang lebih tinggi – dan mahal. Perusahaan menjual divisi penelitian kendaraan otonom dan operasi taksi terbangnya pada bulan Desember 2020 lalu. (cnn/mg3/nda/nmp)