NewMalangPos, KOTA BATU-Cuti bersama pada akhir tahun diinstruksikan oleh Pemerintah Kota Batu agar tidak dirayakan secara berlebihan oleh pelaku jasa usaha akomodasi, khususnya hotel. Hal itu secara tak langsung berdampak pada okupansi hotel di Kota Wisata Batu.

Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan bahwa untuk malam tahun baru okupansi hotel di Kota Batu diperkirakan tidak mencapai 100 persen seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengingat perayaan malam Tahun Baru 2021 masih dalam keadaan pandemi Covid-19.

“Semoga okupansi hotel nanti (malam tahun baru.red) bisa menembus 50 persen. Karena selama ini okupansi hotel masih kisaran 30 persen, bahkan kurang,” ujar Sujud kepada New Malang Pos, Jumat (18/12) kemarin.

Ia menerangkan, minimnya okupansi di hotel-hotel Kota Batu karena banyak yang tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan. Artinya perayaan hanya boleh dilakukan di lingkungan terbatas atau hanya untuk tamu hotel. Bahkan untuk penyalaan kembang api harus mendapat izin dari Polres.

Minimnya okupansi itu juga dirasakan oleh General Manager Jambuluwuk Batu Village Resort & Convention Hall Agil Ardiansyah. Sama seperti yang disampaikan oleh Sujud, ditempatnya sampai saat ini tamu yang telah booking kamar hotel di malam tahun baru masih mencapai 50 persen.

“Sementara ini yang book masih 50 persen. Ini karena selain tidak adanya acara, juga zona yang selalu berubah-ubah dan peraturan-peraturan yang berubah. Bahkan akibat hal tersebut hampir 25 persen tamu yang booking cancel saat peak season,” bebernya.

Sedangkan untuk Aston Inn Batu, diungkap oleh general manajer Aston Inn Batu Didik Rocki Wahyono dari tidak adanya euforia akhir tahun di tempatnya sangat berdampak pada okupansi hotel yang ada di Jalan Abdul Gani Atas Kelurahan Ngaglik tersebut.

“Sampai saat ini okupansi masih di bawah 50 persen. Namun kalau untuk tanggal 31 Desember sudah mencapai 80 persen. Okupansi turun drastis dari akhir tahun lalu yang bisa mencapai 100 persen dari bulan November atau satu bulan sebelumnya,” pungkasnya. (eri/jon)