Movimax Film Festival, Digarap Seminggu, Diikuti 18 Film Pendek

NEW MALANG POS, MALANG – Movimax Film Festival, ajang pertama yang ditujukan untuk mewadahi film lokal Malang resmi dibuka, Selasa (10/11) kemarin. Hari perdana ajang ini sedikitnya ada lima judul film yang tayang di Movimax Dinoyo yakni 18 KM, Acai Nakrim, Rindu 2, Bowoh dan Tumbas.

Sutradara film pendek 18 KM Rulli Suprayuga mengaku tak menyangka even pertama ini banyak menuai antusiasme pelaku film baik dari Malang maupun luar kota. Terbukti dari jumlah film yang masuk mencapai 30an film dan 18 di antaranya lolos seleksi.

“Animonya gila, karena menggarap ini (Movimax Film Festival, red) hanya satu Minggu,” ujar Rulli.

Film lokal yang masuk ke dalam Movimax Film Festival harus memenuhi beberapa syarat seperti mengedepankan norma, tidak melecehkan SARA dan berdurasi 15 menit. Menariknya, festival film ini selain tayang di bioskop Movimax Dinoyo juga PH dari film pendek berjudul Tilik juga ikut berpartisipasi.

Rencananya festival ini akan tayang setiap hari mulai Selasa (10/11) hingga Sabtu (14/11) mendatang dengan jadwal pukul 18.45. Sedikitnya 4-5 film pendek yang akan tayang setiap harinya dengan judul film berbeda-beda.

Meski baru pertama digelar ternyata animo penonton tak kalah. Pasalnya dari kapasitas bioskop sebanyak 70 orang, tiket sudah nyaris full booked.

“Ini adalah festival film pertama yang tayang di bioskop dan ini tidak ada biaya sama sekali bagi peserta. Awalnya bisa tayang di bioskop karena film pendek 18 KM dapat tawaran dari Movimax dan akhirnya kami memberikan wadah juga bagi film lainnya dalam bentuk festival ini,” tuturnya.

Di ujung penayangan Movimax Film Festival yakni pada Sabtu mendatang, juga akan diumumkan film terbaik yang berhak mendapatkan penghargaan. Sedikitnya ada 9 nominasi yang telah disiapkan.

Sementara itu, Pengelola Movimax Dinoyo Rulya Febrina mengungkapkan keinginannya untuk menarik film lokal dalam bentuk festival sudah ada sejak dulu namun baru terealisasi sekarang.

“Kemarin awalnya lihat YouTube-nya mas Oneng Sugiarta kok ada gala premier film 18 KM, kami tertarik dan ingin mengajak kolaborasi,” ungkapnya.

Ia berharap, festival akan terus berlangsung untuk mewadahi film lokal untuk tayang di layar lebar. Semua film yang lolos pada Movimax Film Festival ini tayang di dua bioskop yakni Movimax Dinoyo dan Movimax Sarinah.

“Saya inginnya berlanjut lama, animonya semakin bagus dan penonton terhibur dengan film-film indi,” tutup Ruly. (lin/ley)