Mas Clean dan Mas Light Selamatkan Warga di Tengah Hambatan Ekonomi Saat Pandemi

NMP
Newmalangpos

NewMalangPos, MALANG – Masa pandemi membuat pemerintah dan warga Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang harus memutar otak. Pasalnya, tak sedikit masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pembatasan aktivitas. Inovasi dilakukan untuk sedikit membantu ekonomi masyarakat desa, salah satunya gerakan pemberdayaan masyarakat dengan memproduksi sabun secara mandiri.

Pemberdayaan tersebut dilakukan pemerintah bersama kelompok PKK Desa Mulyoagung, berlokasi di balai desa Mulyoagung hingga bergilir ke Rumah rumah warga melalui pelatihan. Ini dilakukan demi membentuk kemandirian masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Desa Mulyoagung Suheri, Rabu (13/1).

“Produksi sabun ini bekerja sama dengan PKK untuk pelatihan dan pemasaran, juga dengan bumdes. Harapannya warga bisa mandiri,” jelasnya.

Baca Juga: CV Arjuna Land, Titik Emas Investasi Tanah Kavling

Lantas, sabun produksi rumahan tersebut mampu terjual ke cafe-cafe dan rumah-rumah warga. Untuk mandi dan cuci tangan, serta sabun yang diberi merk ‘MasClean’ & ‘MasLight’ ini mampu bersaing dengan produk lain yang diproduksi pabrik. Bahkan sempat menjadi pilihan utama warga dan berbagai tempat usaha saat pandemi, dikarenakan stok pasar menipis.

“Sabun bisa terjual di cafe-cafe, hotel, dan juga dipasarkan sendiri ke masyarakat dan anggota PKK. Paling tidak masyarakat bisa mandiri dengan apa yang mereka bisa produksi dan sedikit terbantu secara ekonomi,” harap pria asal Dusun Dermo ini.

Suheri menceritakan di tahun 2020, desa Mulyoagung mengalami kesulitan dan terhambat dalam hal pembangunan. Dana desa dirasa belum maksimal, yakni sekitar Rp 800 juta, sebagian besar dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Di sisi lain berbagai kebijakan pemerintah yang ada dirasa sangat berdampak pada ekonomi warga. Salah satunya pembatasan jam tempat usaha karena adanya jam malam.

“Namanya tempat usaha kami batasi juga karena aturan pemerintah demi kebaikan. Di sisi lain juga dikeluhkan, tapi ya gimana lagi,” keluhnya.

Baca Juga: Kencana Residence, Gaya Skandinavian Laris Manis

Desa yang didapuk menjadi Kampung Tangguh Covid-19 oleh Pemkab Malang ini harus berjuang menghadapi pandemi dan dampak lain yang dihasilkan. Dari sana dibentuklah program-program sebagai upaya pemberdayaan.

Suheri mengatakan bahwa warga desa cukup banyak yang berpenghasilan rendah dengan berbagai profesi mengalami kesulitan. Kesulitan yang dialami beragam, di antaranya warga yang biasa menjadi pedagang kaki lima saat pandemi tidak bisa berjualan di sekolah-sekolah.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor penggerak masyarakat untuk diberdayakan. Suheri berharap agar pemerintah melalui dinas terkait hingga pusat dapat memberi perhatian serius dan membantu masyarakat melalui dukungan pemberdayaan.

“Masyarakat banyak yang kesulitan. Seperti buruh tani yang berubah jadi pedagang, sekarang kesulitan, perlu dibina dengan gerakan ekonomi kreatif. Mendongkrak PAD, dengan kemajemukan masyarakat sekarang ini,” tandasnya. (dj6/ley)