Januari, Inflasi Kota Malang Terendah di Jawa Timur

NewMalangPos , MALANG – Inflasi Kota Malang bulan Januari 2021 terendah di Jawa Timur sebesar 0.06 persen. Komoditas penyumbang rendahnya inflasi kali ini dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau seperti cabai rawit, tempe dan tahu mentah.

Ketiga komoditas tersebut memberikan andil sebesar 0,22 persen (cabai rawit), 0,04 persen (tempe) dan 0,03 persen (tahu mentah). Adanya kenaikan harga cabai rawit disebabkan oleh faktor seasonal seiring masuknya musim tanam di bulan Desember dan panen pada Maret. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan, inflasi Kota Malang bulan Januari 2021 cukup tertahan oleh koreksi tarif angkutan udara yang menyebabkan deflasi dengan andil sebesar -0,08 persen.

“Terjadi penurunan penumpang di Bandara Abdulrachman Saleh Malang seiring dengan PPKM di Malang Raya yang kembali diperpanjang,” ujar Azka.

Dijelaskan Azka berdasarkan keterangan dari pihak pengelola Bandara Abdulrachman Saleh Malang bahwa selama Periode Januari 2021 tercatat adanya pergerakan pesawat sebanyak 110 kali lepas landas dan 110 kali pendaratan. Sementara total penumpang datang dan berangkat sebanyak 11.135 orang yang menunjukan penurunan sebesar -73,31 persen (mtm).

Guna menjaga inflasi tetap stabil serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19 diperlukan strategi pengendalian ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (4K). Arah kebijakan ketersediaan pasokan dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan teknologi digital farming dan diversifikasi produk pangan olahan.

Kelancaran distribusi melalui digitalisasi pasar dan platform belanja online yang dapat memudahkan masyarakat dengan kemudahan pengiriman menggunakan transportasi online. Selain itu, perlu dilakukan penguatan pelaksanaan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH). Sedangkan komunikasi terus berfokus pada perbaikan kualitas dan aksesabilitas data, peningkatan intensitas komunikasi dan koordinasi serta senantiasa senantiasa memberikan himbauan pada masyarakat.

“Di wilayah kerja Bank Indonesia Malang, TPID terus berupaya menjaga stabilitas stok dan harga pangan ditengah pandemi Covid-19. Di antaranya melalui pelaksanaan survei dan pemantauan harga oleh TPID serta Satgas Pangan, pelaksanaan operasi pasar dengan melibatkan Bulog dan pihak terkait lainnya,” paparnya.

Ke depan, Bank Indonesia Malang tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah di tingkat daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya sebesar 3,0%±1 persen.

“Kami dan pemerintah daerah juga terus berupaya untuk mendorong kegiatan ekonomi dengan memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan daya beli masyarakat selama berlangsungnya pandemi Covid-19 sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” pungkas Azka. (lin/ley)