Harga Emas Hari Ini 22 Juli, Melesat ke Rp982 Ribu per Gram

NEW MALANG POS – Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp982 ribu per gram pada Rabu (22/7). Harga emas melesat Rp19 ribu dari Rp963 ribu per gram pada perdagangan hari sebelumnya.

Sementara, harga pembelian kembali (buyback) turun Rp18 ribu per gram dari Rp863 ribu menjadi Rp881 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp521 ribu, 2 gram Rp1,9 juta, 3 gram Rp2,83 juta, 5 gram Rp4,69 juta, 10 gram Rp9,31 juta, 25 gram Rp23,16 juta, dan 50 gram Rp46,24 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp92,41 juta, 250 gram Rp230,76 juta, 500 gram Rp461,32 juta, dan 1 kilogram Rp922,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.861,10 per troy ons atau naik 0,93 persen.

Sedangkan harga emas di perdagangan spot meroket 1,05 persen ke US$1.861,17 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas di pasar internasional yang sempat tembus US$1.841 per troy ons pada Selasa kemarin akan terulang lagi pada hari ini.

Proyeksinya, harga emas akan menguat di rentang US$1.820 sampai US$1.880 per troy ons pada hari ini.

Sentimen utama datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kondisi ekonomi Negeri Paman Sam terus memburuk.

Selain itu, pasar keuangan juga menangkap sentimen negatif dari kesepakatan stimulus di kawasan Uni Eropa senilai 750 miliar euro.

Hal ini memberi sinyal bahwa kondisi ekonomi di tengah pandemi virus corona atau covid-19 belum akan pulih dalam waktu dekat. Pelaku pasar pun kembali memburu aset safe haven, seperti emas untuk mengamankan dana mereka.

“Ini menjadi faktor utama pendorong penguatan harga emas,” kata Ariston, dikutip CNN Indonesia. (uli/bir)