new malang pos
Advisor East Java Super Corridor (EJSC) bersama beberapa talent MJC untuk pengembangan freelancer di Malang Raya.

NewMalangPos, MALANG – East Java Super Corridor (EJSC) Malang yang berlokasi di kantor Bakorwil Jalan Simpang Ijen, Kota Malang segera menambah talenta MJC (Millenial Job Center) agar mencapai jumlah 1000 talenta, Jumlah itu yang ditargetkan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Emil Dardak.

Provinsi memiliki 5 EJSC yang tersebar di 5 kota. Dari situlah para freelancer bisa mengembangkan bakatnya untuk selanjutnya bisa menjadi talenta MJC.

“Kami mencoba untuk merangkul para freelancer, biar mereka punya skill. Ketika mereka lepas dalam dunia kerja, dia lebih pede, lebih bisa mendapatkan klien. Saat ini di Malang sudah jalan 70 (freelancer),” ungkap Advisor EJSC Malang, Andi Prasetyo kepada New Malang Pos, Senin (11/1) kemarin.

Berdasarkan catatan Andi, pada tahun lalu EJSC Malang berhasil merangkul 108 talenta. Bila memungkinkan, tahun ini akan diupayakan bisa mencapai 200 talenta baru.

“Tahun kemarin saja bisa 108 orang. Di provinsi ada 5 EJSC masing masing 200. Tapi itu juga ada dari dinas, dari kita sendiri. Kemarin kebetulan juga ada instruksi untuk merekap. Minggu ini akan saya laporkan hasilnya,” terangnya.

Dengan adanya program MJC ini, diharapkan para freelancer yang ada di Kota Malang dapat bergabung dan mengembangkan kemampuannya bersama EJSC. Selain melalui dinas terkait, EJSC menjadi pilihan yang menarik karena mentoringnya difasilitasi oleh mentor yang berkompeten.

“Karena dinas (Disperindag Jatim) juga diarahkan untuk sinergi dengan MJC. Ini bukti pemerintah menaungi para freelancer. Sebelumnya kan freelancer dianggap lepas begitu saja, nah kita coba hadir biar punya payung untuk pendampingan,” yakin Andi.

Ada beberapa kategori freelancer yang telah difasilitasi di EJSC Malang. Sebagian besar merupakan dari industri kreatif.

“Bisa fotografi, digital marketing, conten creator, bidang bidang yang meliputi teknologi dan juga kreatif. Nanti  bisa kita arahkan ke perusahaan perusahaan atau UKM,” pungkas Andi. (ian/aim)