Belanja ke UMKM Tembus Rp 25 Miliar

NewMalangPos, MALANG – Pemulihan perekonomian dengan meningkatkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) menjadi perhatian utama pemerintah Kota Malang. Menurut Wali Kota Malang Drs. Sutiaji, salah satu upayanya adalah dengan melakukan digitalisasi menuju marketplace.

“Hari ini saja sudah lebih dari 1.000 UMKM yang masuk pada marketplace. Dia masuk pada pasar global. Kalau sudah masuk ke sana berarti secara otomatis mereka telah melalui jasa perbankan atau industri keuangan yang benar. Maka itu maknanya inklusi. Sambil mungkin nanti literasi,” ujar Sutiaji kepada New Malang Pos.

Upaya serius ini juga dapat dilihat sebelumnya saat pemerintah Kota Malang memberikan porsi anggaran besar terhadap UMKM. Tak tanggung tanggung, hingga berkisar Rp 25 miliar.

“Apalagi saat ini kita dorong pada APBD ini  sudah saya memberikan kebijakan mamin (makanan minuman) di Kota Malang lebih dari Rp 30 miliar sampai Rp 50 miliar. Itu kami utamakan, minimal setengah untuk dibelanjakan pada UMKM,” imbuh Sutiaji.

Tak hanya itu, Sutiaji mengungkap akan ada kemudahan lain bagi UMKM agar bisa bersaing dengan perusahaan besar. Salah satunya dengan memberikan persyaratan yang mudah agar UMKM dapat lebih aktif berpartisipasi.

“Kalau dulu kan belanja harus pakai, harus punya SIUP dan lain sebagainya, sekarang tidak. Sudah ada BEJO miliknya provinsi, jadi belanja dibawah Rp 50 juta sudah tanpa SIUP untuk lebih memudahkan,” terangnya.

Oleh karenanya, Sutiaji juga akan terus mengontrol perkembangan UMKM di Kota Malang. Selain itu, juga meningkatkan kualitas manajemen UMKM-nya.

“Ini sedang kami kurasi, UMKM-UMKM berkaitan dengan manajemen produksinya supaya dia bisa bersaing dengan produk lainnya,” ungkap Sutiaji.

Digitalisasi ini akan terus dilakukan seiring dengan berjalannya berbagai program inklusi keuangan yang sedang digalakkan Pemkot Malang untuk seluruh elemen masyarakat.

“Pembiayaan juga ada yang namanya OJIR. Tidak berbunga, mengedukasi kepada masyarakat mulai dari utang ke rentenir berapa kita utangnya, kembaliin, lalu kasih modal. Tapi kemarin maksimal masih Rp 10 juta,” tutupnya. (ian/aim)