Bank BTN Salurkan Paket Sembako dan Wastafel Portabel Ke UM

CSR BTN ke UM
LANGSUNG COBA: Rektor UM Prof. Dr. H. Ah. Rofi'uddin, M.Pd (kanan) mencoba wastafel portabel program CSR peduli Covid-19 didampingi Branch Manager BTN Malang Andy Wiyono.(foto: NMP-Ipunk Purwanto)

NEW MALANG POS– Bank Tabungan Negara (BTN) menyalurkan 200 paket sembako dan 10 unit wastafel portabel ke Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (7/7). Program CSR tersebut merupakan bentuk kepedulian BTN Malang terhadap sivitas akademika yang selama ini telah menjadi mitra kerja.

Ratusan paket sembako diberikan kepada mahasiswa UM dari asrama internasional, duta kampus, satgas Covid-19, satgas donasi, kru majalah komunikasi dan UKM Center. Satu paket tersebut berisikan beras, mie instan, kacang hijau, susu dan biskuit.

Branch Manager BTN Malang Andy Wiyono mengatakan, program CSR ini adalah bentuk kepedulian BTN kepada para mitra salah satunya UM yang telah bekerja sama hampir 20 tahun.

“Bantuan ini juga diberikan bahkan hampir di seluruh Indonesia dalam bentuk pemberian wastafel dan sembako, kalau sembako diberikan kepada mahasiswa yang sebagian terdampak Covid-19,” ungkap Andy.

Penyerahan bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus mampu menciptakan kerja sama sehingga mampu mempererat sinergitas kedua belah pihak. Selanjutnya program CSR BTN juga akan menyasar Universitas Widyagama dan UIN Maulana Malik Ibrahim.

Rencananya 10 unit wastafel portabel akan disebar ke beberapa titik yakni 1 unit di graha rektorat, 1 unit di poliklinik UM, 4 unit di asrama mahasiswa dan 4 unit di pos satpam.

Sementara itu, Rektor UM Prof. Dr. H. Ah. Rofi’uddin, M.Pd, mengungkapkan terima kasih atas kepedulian BTN Malang terhadap UM dan mahasiswa yang selalu hadir dalam berbagai event termasuk di saat masa pandemi Covid-19.

“10 unit wastafel portabel sudah kami manfaatkan sebelum diserahkan karena saat ini juga bertepatan dengan UTBK 2020, terima kasih paket bantuan untuk para mahasiswa UM, total mahasiswa yang sekarang tinggal di asrama sebanyak 300an orang,” ungkap Prof. Rofi’uddin.

Dampak yang ditimbulkan akibat Covid-19 sangat luar biasa, mampu memutar balikkan kehidupan dari yang biasanya dengan mudah tatap mata harus beralih ke online. Termasuk kegiatan perkuliahan semua berganti menjadi sistem daring, untuk itu di tengah keterbatasan yang ada dosen harus tetap bekerja dan mengajar secara maksimal.

Menurutnya, apa yang diberikan BTN Malang adalah upaya untuk menguatkan lagi protokol kesehtaan di UM. Meskipun saat ini semua kegiatan berjalan secara daring namun protokol Covid-19 harus tetap dijalankan termasuk social dan physical distancing.

“Bantuan ini juga bermakna bagi mahasiswa kami, ini sesuatu yang sangat dibutuhkan, sudah memberikan bantuan berkali-kali kepada mahasiswa yang tinggal di asrama karena mereka memang tidak pulang dan bukan warga Malang, sehingga ini berarti di benak mahasiswa,” terangnya.

Bantuan BTN Malang juga disambut dengan senang hati oleh mahasiswa salah satunya Mayang Azizah Anjarwati.

“Bantuan BTN Malang ini sangat membantu untuk melaksanakan protokol kesehatan di kampus dan sembako yang diberikan juga membantu kami, selama pandemi Covid-19 saya sudah tiga kali ini mendapat bantuan,” tutup mahasiswa Fakultas Teknik ini. (lin)