Bioskop Buka Lagi, Pemerintah Sediakan GeNose C19

26
nmp

NewMalangPos – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi, Sandiaga Uno, mengatakan pemerintah berencana menggunakan alat deteksi Covid-19 GeNose C19 di bioskop.

“Jadi saya sudah ada pembicaraan dengan Menparekraf (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno), untuk pengamanan bioskop nanti akan dipasang GeNose untuk gedung-gedung bioskop. Soal teknisnya nanti masih akan dibicarakan dengan pak Menparekraf,” kata Muhadjir dalam keterangan di situs resmi Kemenko PMK, Rabu (10/3).

Muhadjir menuturkan ini adalah upaya untuk menghidupkan kembali industri perfilman naional yang sempat meredup akibat pandemi. Dia berharap dengan adanya GeNose C19, penikmat film tak ragu untuk datang ke bioskop.

“Maksud kita agar masyarakat bisa segera percaya diri, aman untuk ke gedung bioskop. Sehingga industri perfilman juga para artis, para awak perfilman juga bisa bekerja lebih aman, lebih nyaman, sehingga produksi kita bisa lebih lancar seperti sedia kala,” ungkapnya.

Dikutip dari detik, Rabu (10/3), rencana ini disampaikan Muhadjir saat meninjau lokasi pelaksanaan vaksinasi bagi lansia di DKI Jakarta yakni di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta (BBPK), Kampus Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga berbincang dengan aktor dan aktris kawakan yang tengah mengikuti vaksinasi untuk lansia. Mereka di antaranya adalah Anwar Fuady, Meriam Bellina, Christine Hakim, dan produser film Raam Punjabi.

Muhadjir menjelaskan vaksinasi untuk aktor dan aktris kawakan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk untuk kembali menghidupkan industri perfilman nasional yang terhenti di masa pandemi Covid-19.

Tidak hanya untuk aktor dan aktris lansia, Muhadjir mengatakan setelah ini pemerintah akan mengupayakan seluruh insan perfilman untuk mendapatkan prioritas vaksin.

“Tentu saja ini tidak berhenti di sini. Karena setelah ini nanti akan kita upayakan mereka-mereka yang berusia lebih muda juga akan kita beri prioritas untuk masuk bersama tenaga-tenaga pelayan publik,” ungkapnya.

“Dengan begitu kita harapkan produksi film dan juga bioskop bisa segera aktif kembali,” tutup Muhadjir. (imk/mae/dtk/mg2/ggs/nmp)