Berjuang Jalani Hidup, Dua Anak Rawat Ayah yang Lumpuh

DEMI HIDUP: Siswoyo, warga Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru dalam kondisi lumpuh tidak berdaya. Kedua anaknya yang masih kecil merawat ayahnya yang hanya mampu berbaring di tempat tidur. (NMP-IPUNG PURWANTO)

MALANG, NewMalangPos – Di tengah pandemi Covid-19 yang serba sulit ini, ada seorang warga yang masih harus berjuang menjalani hidup bersama kedua anak yang masih kecil. Siswoyo, warga Kelurhan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru dalam kondisi lumpuh menjalani kesehariannya bersama anaknya, Muhammad Ilham yang berusia 10 tahun dan Muhammad Rizky yang berumur 4 tahun. Istrinya meninggal dunia beberapa bulan lalu, karena kecelakaan lalu lintas.

“Istri saya meninggal Desember lalu setelah kecelakaan di Pujon. Waktu itu habis dari Lamongan lewat Batu naik Angkot. Dan di Pujon itu kecelakaan di jembatan yang meninggal sopir dan istri saya,” cerita Siswoyo kepada New Malang Pos, Jumat (20/8).

Baca Juga :  Hujan Deras Jebol Tembok Pembatas PLN

Siswoyo melanjutkan, setelah peristiwa kecelakaan itu sekitar satu setengah bulan kemudian, ia hanya merasakan sakit ringan saja. Namun waktu berjalan, kemudian lumpuh beberapa waktu lalu.

“Habis meninggal, ada satu bulan setengah ini sakit. Awalnya seperti ‘kecetit’, lalu ada benjolan ini (sekitar ketiak). Sekitar Januari itu baru saya tidak bisa gerak karena ada benjolan ini,” lanjutnya.

Karena kondisi itu, Siswoyo yang sebelumnya bekerja menjual layangan, akhirnya tidak bisa bekerja lagi. Untuk kebutuhan hariannya, dilakukan oleh kedua anaknya. Mulai dari keperluan ke kamar mandi hingga makan sehari hari. Kadang juga kedua anaknya keluar bermain hingga akhirnya ia tidak bisa berbuat apa apa.

Baca Juga :  Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pilih Gantung Diri

“Saya kadang ya tidak bisa apa-apa. Jam enam sampai jam 12 itu main. Kalau saya haus atau apa ya sudah ya tidak bisa. Mau makan ya tidak bisa. Tapi ya mau bagaimana lagi, ya soalnya masih kecil main begitu. Tapi saya kuat. Saya bertahan hidup ya karena anak-anak saya itu,” tuturnya.

Selain mengandalkan kedua anaknya, Siswoyo bersyukur warga sekitar masih peduli dengannya. Warga sekitar kerap kali memberikan bantuan kepadanya.

“Kalau punya uang sendiri ya beli. Kadang juga dikirim makanan ke rumah saya oleh Pak RT dan warga sekitar. Alhamdulilah ada bantuan,” syukurnya.

Baca Juga :  Taruhan Nyawa, Merdeka dari Korona

Sementara itu, anak pertamanya Muhammad Ilham juga membantu orang tuanya dengan menjual nasi. Namun karena sebelumnya orang tua tidak mendapatkan penghasilan, ia dan adiknya sudah tidak sekolah lagi.

“Ya saya bantu-bantu bapak. Kadang saya itu jualan mainan dan nasi kuning. Mengambilnya ke orang, saya yang jualin. Saya kelas empat. Sekarang tidak bisa lanjut karena ya tidak ada biaya. Adik juga sama harusnya TK karena tidak ada biaya akhirnya ya tidak sekolah dulu,” sebutnya. (ian/aim)

Pilihan Pembaca